Thursday, March 26, 2009

Gmn cara ngilangin kutu rmbt kepala beserta telur2nya?

Gmn cara ngilangin kutu rmbt kepala beserta telur2nya?
Anak perempuanku,7 th,rambut kepalanya berkutu sejak bbrp bln lalu.Ktnya tmn2nya,baik lingkungan rmh maupun sklh,bnyk yg berkutu.Aku sndr hrn,hare gene.. msh bnyk yg berkutu???Pdhl tmn2 anakku itu dari keluarga lumayan mampu,plg enggak kan bs mndi keramas dgn air bersih.Skrg aku lg rutin ksh Peditox tp telur2nya kok susah ilangnya ya?Aku mau tanya:
1. Gmn cara munculnya kutu di jmn skrg?(Psti menular donk..)
2. Gmn cr membinasakannya sekaligus telur2nya? Efektifkah penggunaan Peditox dan sisir serit?
3. Gmn cr mencegah kambuh lagi atau tertular lagi? Krn namanya jg anak2.. psti ya kumpul2 lagi..
4. Gmn cr pencegahan biar anggota kelaurga lain nggak tertular? Apa cukup dgn keramas tiap hari? (kering donk..)
OK, thanks ya.. God bless u!!

jawab:

Hi,

memang kutu rambut '' dapat menular '', lewat sentuhan kepala, lewat pemakaian handuk yang sama, juga lewat sarung bantal ditempat tidur , pakaian dsb.

> kutu rambut memang muncul karena rambut tidak pernah diperhatikan kebersihannya.

anak-anak yg sering '' mengompol ditempat tidur juga penyebab mengapa kutu rambut muncul ''
sebab itu rutine menjemur kasur dan mengganti sarung bantal - sprei dsb

pisahkan handuk - jangan campur pemakaiannya.

juga pakaian diusahakan tidak dipakai dua hari berturut-turut. tetapi usahakan semua pakaian kalau sdh dipakai diturunkan ke tempat cucian.
jemurlah pakaian sampai kering

> anda tepat rambut anak dikeramas dengan PEDITOX, sebab sampai kini shampoo ini satu-satunya alat pembantu pembasmi kutu dan telur-2nya.

untuk menghilangkan telur-2nya

- coba potonglah pendek rambut anak
- kemudian hilangkan dengan rutine semua kutu telur yg sudah mati dengan mencabutnya dengan tangan biasa.
- keramaslah rambut dengan rajin

usaha yg terpenting adalah ;

>>>> sampaikan kepada guru dikelas usaha pembasmian masal, dengan menyuruh anak-anak mengkeramas rambut mereka dengan shampoo yg telah diberitahukan.

berikut pakaian tidak di pakai berturut-2 duahari

handuk tiap hari ganti

tempat tidur diganti dengan sprei dan sarung bantal serta selimut yang bersih.

pembasmian masal dikelas akan membantu kutu-2 menghilang.
tanpa ini, maka kutu akan kembali dan kembali terbang kekepala yang lain.

pencegahan dipihak keluarga hampir sama seperti yg saya sebutkan diatas.

masing-2 jangan bercampur handuk, setiap hari handuk harus ganti yg bersih
keramas setiap hari kalau perlu dengan shampoo yg mengandung conditioner sehingga rambut dan kulit kepala tidak kering

turunkan pakaian yg digantung-2 berhari-2, cuci semua, dan jemur sampai kering

gantilah sprei dan sarung bantal serta selimut dengan yg bersih.

semoga sukses dengan pembasmian besar-2an melawan KUTU RAMBUT.

thnx

Rambut Kutuan?? Solusi baru untuk kutu rambut!

Wah rambut berkutu? tidak usah malu, kutu dapat menyerang siapa saja yang tidak beruntung, bukan karena anda kotor atau malas mandi. Stigma yang kadang2 memang membuat orang berkutu menjadi malu. Padahal pada kenyataan nya bahkan di Eropa sekalipun rambut berkutu tetap dapat terjadi sekalipun sanitasi di negara tersebut jauh lebih baik dari Indonesia.

Jika ingin menghilangkan kutu di rambut anak, namun tidak ingin menggunakan obat berbahan kimia, alat hairdryer (pengering rambut) dapat digunakan. Gunakan pada anak selama 30 menit. Alat pengering rambut tersebut tidak perlu di stel dalam kondisi panas kalau kawatir rambut anak anda akan rusak.

Pada kenyataannya kutu-kutu tersebut mengalami resisten dengan berbagai produk kimia sehingga tidak jarang obat2 kimia tidak manjur. Kecuali sisir khusus masih efektif, namun penggunaanya harus hati-hati, dan banyak orang yang tidak menyukainya karena sakit saat rambut tertarik2.

Sekarang telah ada alat khusus yang disebut , namun cara kerjanya sama dengan hairdryer untuk mengatasi rambut kutuan yang cara kerja sama dengan hair dryer. Dr. Dale Clayton mengatakan alat sejenis hairdryer tersebut dibuat ini tidak panas, namun angin yang dikeluarkan lebih besar dibandingkan alat hairdryer biasa. Tindakan menghindari panas, karena dikhawatirkan kulit kepala anak dapat terbakar bila 30 menit dilakukan dalam keadaan panas. Dengan terapi ini kutu atau telur kutu yang berada diakar rambutpun yang sulit dicapai dengan alat sisir, dapat mati dengan alat tersebut.

Dalam 30 menit terapi, dapat menghilangkan/mematikan kutu sekitar 80% dan telur kutu sebesar 98%. Para peneliti mengatakan tidak ada efek samping yang berarti dari tindakan terapi menggunakan alat ini.

Bagaimana bentuk kutu rambut sendiri?

Kutu bentuknya sangat kecil, merupakan serangga berwarna coklet terang. Hidupnya di kepala manusia. Kutu-kutu tersebut akan bertelur berwarna abu-abu, selanjutnya kutu tersebut membuat terowongan/lubang di kulit kepala. Telur-telur tersebut dapat menetas setelah 1 minggu. Kutu mulai meletakkan telur-telurnya setelah mereka berusia 2 minggu. Sehingga dalam waktu yang singkat saja seseorang telah memiliki ratusan kutu di kepalanya.

Kutu rambut tesebut tidak suka terbang dan tidak dapat melompat. Mereka pindah dari kepala satu ke kepala yang lain saat dua kepala tersebut berdekatan, misalnya saat berjalan bersama-sama dengan pembawa kutu rambut. Kutu rambut tersebut membutuhkan kondisi yang hangat untuk bertahan hidup. Sehingga tidak heran negara tropis menjadi surga para kutu!

Si Kecil Kutu-an?

”Si Inge berkutu? Masa sih, kaya jaman dulu aja?” Demikian percakapan antara 2 orang ibu saat menunggu anaknya di salah satu sekolah Taman Kanak-Kanak yang terbilang elit di bilangan Jakarta Selatan.


Mengenal kutu

Kutu sebetulnya adalah parasit yang senang numpang hidup dan berkembang biak pada manusia. Ada 3 jenis kutu yakni kutu kepala, kutu badan dan kutu - yang senang hidup di – kemaluan. Masing-masing mempunyai ciri-ciri tersendiri. Dalam waktu satu menit, kutu bisa bergerak sejauh 23 cm. Untuk hidupnya, kutu akan menghisap darah melalui gigitannya. Rasa gatal yang muncul, terjadi sebagai reaksi terhadap liurnya.

Kutu memiliki 2 mata dan 3 pasang kaki, warnanya abu-abu yang berubah menjadi kemerahan setelah menghisap darah. Siklus hidupnya melalui stadium telur, larva, nimfa dan baru menjadi kutu dewasa.

Kutu betina tubuhnya lebih besar dibanding yang jantan. Setiap kutu betina bisa bertelur sampai 10 butir per hari. Telur umumnya diletakkan saat malam hari, 1-2 mm di dekat pangkal rambut.


Apa sih pentingnya membahas masalah kutu?

Akhir-akhir ini masalah kutu kepala muncul kembali dan beberapa kali bahkan sampai dibawa berobat ke dokter. Angka kejadian sesungguhnya dipastikan lebih tinggi, karena kebanyakan pasien tidak dibawa berobat, karena dianggap masalah sepele, atau justru karena malu karena terkesan jorok. Kalaupun dibawa berobat, umumnya sudah berbekal diagnosis mandiri, karena menemukan kutu atau telurnya.

Kelainan ini sangat menular karena kutu bisa ’berpindah’ saat kontak kepala, atau saling pinjam sisir, topi, bantal, dsb. Apalagi di lingkungan hidup yang padat, misalnya di asrama atau panti asuhan. Ditambah bila kondisi kebersihan kurang baik, misalnya jarang mencuci rambut.

Meskipun tidak berbahaya, tetapi rasa gatalnya sangat tidak nyaman. Selain itu dapat mengundang infeksi kuman akibat luka bekas garukan yang ditandai dengan adanya kerak, nanah dan bisa disertai pembesaran kelenjar (sékélan) di belakang telinga.

Kelainan paling sering dijumpai pada usia anak-anak, meskipun bisa saja terjadi pada dewasa. Lebih sering pada anak perempuan (cenderung memiliki rambut panjang) karena mereka lebih sering kontak fisik, saling bertukar sisir, pita, topi, dsb.


Bagaimana pencegahannya?

Sebetulnya, upaya pencegahan hanyalah menjaga kebersihan kulit dan rambut.


Bagaimana penanganannya?

Tujuan penanganan kutu tentunya selain menghilangkan parasit ini, juga untuk mencegah komplikasi dan penyebarannya.

Bila dijumpai tanda-tanda infeksi ikutan oleh kuman, dokter pastinya akan memberikan obat tambahan berupa antibiotika. Bahkan kalau terpaksa, kadangkala, rambut harus dicukur.

Bila belum diikuti oleh infeksi, bisa diupayakan penggunaan obat yang tersedia di pasaran. Cara pemakaiannya ialah pada malam hari sebelum tidur, rambut dicuci dengan bersih. Kemudian oleskan obat, dan tutup kepala dengan kain. Keesokan harinya, rambut dicuci kembali sampai bersih, lalu disisir dengan sisir yang halus dan rapat (serit).

Pengobatan ini bisa diulang sekali lagi seminggu kemudian, jika masih terdapat kutu atau telur, mengingat siklus hidup parasit ini.

Monday, March 23, 2009

Bapa Tahu Dimana Anda Berada

*An Amazing Story from PENTAS KESAKSIAN:*

*Bapa Tahu Dimana Anda Berada
*Apakah anda percaya bahwa Bapa tidak hanya mengasihi anda, tetapi tahu
dimana anda berada dan apa yang anda sedang lakukan setiap menit? Saya
sungguh percaya setelah pengalaman yang sangat menakjubkan yang saya alami
beberapa tahun yang lalu. Pada saat itu saya sedang berkendaraan di jalan
bebas hambatan 1-75 dekat Dayton, Ohio, bersama dengan isteri dan anak-anak
saya. Kami keluar dari jalan bebas hambatan itu di sebuah tempat
peristirahatan.

Isteri saya, Barbara, dan anak-anak pergi ke restoran. Saya tiba-tiba
merasa
butuh meregangkan kaki-kaki saya, sehingga saya menyuruh mereka pergi
duluan
dan saya katakan akan menyusul mereka kemudian. Saya membeli sekaleng
minuman ringan, dan ketika saya sedang berjalan ke toko Dairy Queen,
perasaan mengasihani diri sendiri mulai menyelimuti pikiran saya. Saya
mengasihi Tuhan, tetapi saya merasa kering dan berbeban berat. Hati saya
kosong.

Tiba-tiba deringan tak sabar dari sebuah telpon umum terdekat mengembalikan
kesadaran saya. Suara dering telpon itu berasal dari kotak telpon umum di
sebuah pompa bensin di sudut jalan. Apakah tidak ada orang yang akan
menjawab telpon itu? Suara berisik dari lalu lintas yang ramai ini pastilah
menenggelamkan deringan telpon itu karena penjaga pompa bensin terus
mengurus para pengendara yang ingin mengisi bahan bakar, tak sadar akan
bunyi dering telpon tanpa henti itu.

?Mengapa tidak ada orang yang menjawab telpon itu?? tanya saya. Saya mulai
berpikir. "Mungkin telpon itu penting. Bagaimana kalau telpon itu merupakan
panggilan darurat?? Rasa ingin tahu mulai mengatasi ketidak-pedulian saya.
Saya melangkah masuk ke telpon umum itu dan mengangkat gagang telpon.

?Halo?? kata saya ringan dan menyedot minuman saya. Dari seberang sana
terdengar suara operator yang berkata, ?Ini telpon interlokal untuk Pak Ken
Gaub.? Mata saya terbelalak, dan saya hampir tersedak oleh es batu yang ada
di mulut saya. Setelah menelan dengan susah payah, saya katakan, ?Anda gila
deh!? Kemudian karena saya menyadari bahwa saya seharusnya tak berkata
begitu kepada seorang operator telpon, saya menambahkan, ?Ini tak mungkin!
Saya sedang berjalan-jalan, tak menunggu telpon dari siapapun, dan tadi
tiba-tiba telpon umum ini berdering??

?Apakah Pak Ken Gaub ada di sana?? operator telpon itu menyela. ?Ya, ia ada
di sini.? Sambil memikirkan penjelasan yang masuk akal, saya was-was apakah
ada kamera tersembunyi yang melacak keberadaan saya! Apakah saya sedang
dikerjai dalam sebuah acara reality show? Masih kaget dan bingung, saya
bertanya, ?Bagaimana caranya anda menemukan saya di sini? Saya sedang
berjalan-jalan, lalu telpon umum ini berdering, dan saya mengangkat
panggilan telpon ini asal-asalan saja. Mungkinkah anda salah panggil??

?Baiklah,? operator telpon itu bertanya, ?apakah Pak Gaub ada di sana atau
tidak?? ?Ya, saya adalah Ken Gaub,? kata saya, setelah saya akhirnya yakin
bahwa panggilan telpon ini sungguhan. Kemudian saya mendengar suara lain
berkata, ?Ya, itulah dia orangnya, operator. Itulah Ken Gaub.?

Saya mendengarkan seperti orang kebingungan pada suatu suara yang
mengenalkan dirinya sendiri, ?Saya adalah Millie dari Harrisburg,
Pennsylvania. Anda tidak mengenal saya, Pak Gaub, tetapi saya sedang putus
asa. Tolonglah saya.?

?Apa yang saya dapat bantu??

Ia mulai menangis. Akhirnya ia dapat mengendalikan dirinya dan melanjutkan.
?Saya hampir saja bunuh diri, dan telah menulis surat terakhir saya, ketika
saya mulai berdoa dan berkata kepada Tuhan bahwa saya sebenarnya tidak mau
bunuh diri. Kemudian tiba-tiba saya ingat bahwa saya pernah melihat anda di
televisi dan saya pikir seandainya saja saya dapat berbicara dengan anda,
anda mungkin dapat menolong saya. Saya tahu bahwa hal itu mustahil karena
saya tidak tahu bagaimana saya dapat menghubungi anda. Saya juga tidak tahu
siapa yang dapat menolong saya untuk menghubungi anda. Kemudian beberapa
angka datang ke pikiran saya, dan saya menuliskannya.

Sampai titik ini wanita itu mulai menangis lagi, dan saya berdoa di dalam
hati memohon hikmat Tuhan untuk menolongnya. Ia melanjutkan, ?Saya melihat
deretan angka itu dan berpikir, ?Mungkinkah saya mendapat mukjizat dari
Tuhan, dan Ia memberikan telpon Pak Ken? Saya akhirnya memutuskan untuk
mencoba menelpon anda dengan menggunakan deretan angka itu. Saya tak habis
mengerti bahwa sekarang saya sedang berbicara dengan Bapak. Apakah anda
mempunyai kantor di Kalifornia??

Saya menjawab, ?Bu, saya tidak punya kantor di Kalifornia. Kantor saya di
Yakima, Washington.?

Dengan terkejut dia bertanya, ?Oh, ya? Lalu anda sekarang ada dimana??
?Apakah anda tidak tahu?? jawab saya. ?Kan anda yang menelpon saya duluan.?
Wanita itu menjelaskan, ?Tetapi saya bahkan tidak tahu saya sedang menelpon
kemana. Saya hanya meminta operator untuk menekan tombol telpon sesuai
dengan deretan angka yang saya tulis di kertas ini.?

?Bu, mungkin anda tidak percaya, tetapi saya sekarang sedang berada di
sebuah telpon umum di Dayton, Ohio!?
?Sungguh?? serunya. ?Jadi, sedang apa anda sekarang??
Saya menggodanya, ?Yah, sekarang saya sedang menelpon anda. Saya sedang
berada di sebuah tempat peristirahatan di jalan bebas hambatan menuju
Dayton, Ohio. Telpon ini berdering ketika saya sedang berjalan-jalan,
sehingga saya mengangkatnya.?

Karena saya tahu bahwa pertemuan ini mustahil terjadi tanpa pengaturan
Tuhan, saya mulai mengonseling wanita itu. Setelah wanita itu menceritakan
keputus-asaannya dan frustrasinya, hadirat Roh Kudus membanjiri kotak
telpon
umum itu dan memberi saya perkataan hikmat di luar kemampuan saya. Dalam
waktu beberapa saat, akhirnya wanita itu mau menyerahkan dirinya kepada
Tuhan dalam sebuah doa pertobatan dan bertemu dengan Pribadi yang akan
menuntunnya keluar dari situasinya yang buruk dan memulai hidup baru.

Saya berjalan keluar dari kotak telpon umum itu dengan perasaan merinding
tentang kepedulian Bapa Sorgawi terhadap setiap anak-anak-Nya. Bagaimana
mungkin hal ini merupakan suatu peristiwa kebetulan? Dengan semua telpon
umum yang berjumlah jutaan dan kombinasi angka yang tak terhitung, hanya
Bapa yang Mahatahu yang dapat menyebabkan wanita itu menghubungi kotak
telpon umum itu dalam waktu yang tepat. Dengan melupakan minuman ringan
saya
dan sangat takjub dengan pengalaman ini, saya berjalan kembali menuju
keluarga saya, sambil mengira-ngira apakah isteri saya akan mempercayai
kisah saya. Mungkin saya sebaiknya tidak menceritakan hal ini, saya pikir,
tetapi saya tak dapat menahannya. ?Barbara, kamu pasti tidak percaya! Tuhan
tahu dimana saya berada lho!?

Yeremia 33:3 *?Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan
memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni
hal-hal yang tidak kauketahui.?*

[Ken Gaub- Yakima, Washington -- email from Keith Todd. Naskah bahasa
Inggeris dikirim oleh Ibu Suharti, diterjemahkan oleh Hadi Kristadi untuk
Pentas Kesaksian, http://pentas-kesaksian.blogspot.com. Mohon keterangan
ini
jangan dihilangkan ketika anda memforwardnya atau mempostingnya di blog
atau
website anda. Terima kasih ]

Soekarno adalah seorang keturunan Yahudi

Operasi Ular Berbisa di Indonesia

Bung Karno, sebuah nama legendaris di Indonesia. Kebesaran namanya telah melampaui jasa-jasanya. Di mata pengagumnya, Bung Karno, presiden RI pertama, hampir-hampir tidak memiliki sisi negatif. Bahkan sebagian besar rakyat muslim pernah mengangkatnya sebagai Ulil Amri Ad-Dharury bis Syaukah.

Seorang sejarawan Arab, bernama Dr. Abdullah Tal, mencoba meneropong sisi kehidupan Soekarno dari presfektif yang sama sekali berbeda dengan yang kita kenal selama ini.

Selengkapnya, ikutilah tulisan beliau di bawah ini yang kami terjemahkan dari kitab Al-’Afal Yahudiyah fi Ma’aqilil Islami (Operasi Ular Berbisa di negara-negara Islam). Kitab ini menyoroti sepak terjang pemimpin- pemimpin negara yang menjadi agen-agen Zionis dan beroperasi di negara-negara Islam.

INDONESIA merupakan negara dengan penduduk terbesar kelima setelah Cina, India, Uni Sovyet dan Amerika Serikat. Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari 3000 pulau lebih, yang terbesar adalah Irian, Kalimantan, Sumatera, dan Jawa. Luas wilayahnya mencapai 735.865 mil persegi8) dan termasuk negeri terkaya di dunia. Dalam pembahasan ini kami hendak mengetengahkan bahaya yang dihadapi negeri besar ini, karena sepak terjang Zionisme Internasional dan Komunis yang mencengkeram negeri tersebut.

Sembilan puluh persen dari penduduknya beragama Islam. Islam tidak pernah menghadapi suatu tempat yang begitu dipenuhi oleh pemikiran dan keyakinan yang berlawanan dengan Islam seperti yang terjadi di Indonesia. Yaitu perintang dari agama Hindhu dan Budha , pada masa-masa takhayul dan khurafat dahulu. Islam menghadapi keadaan ini dengan penuh semangat ketenangan dan maju dengan langkah damai, jauh dari senjata, tentara, dan armada tempur; tetapi hanya dengan mengandalkan kekuatan yang terkandung dalam ajaran Islam yang bersifat toleran, sederhana, dan utuh. Ketika benteng-benteng perintang yang begitu kokoh mengalami serbuan dakwah, tiba-tiba hati dan pikiran penduduknya terbuka untuk menerima kebenaran. Dengan begitu Islam tersiar, berkembang dan mendapatkan ribuan pemeluk tanpa kekerasan dan paksaan. Tiba-tiba mayoritas dari penduduk kepulauan ini beriman kepada Allah dan Muhammad rasulullah saw. dengan suatu cara yang hampir-hampir merupakan muk-jizat. Para pedagang Muslim yang datang menye-barkan Islam ke negeri ini melakukannya tidak sebagaimana badan-badan kristenisasi yang dilengkapi dengan ilmu, kemampuan, dan dana organisasi yang teratur, tetapi mereka mela-kukannya secara individual yang ditopang oleh keimanan yang mendalam, dan semangat yang tinggi di dalam diri mereka, sehingga berhasillah mereka mewujudkan keajaiban tersebut, sehingga Allah memberikan balasan yang baik kepada mereka. Dengan demikian menjadi jelaslah secara ilmiah, bahwa Islam tidak disebarkan melalui pedang.

Penyebaran Islam di kepulauan Indonesia (dahulu disebut kepulauan Melayu) telah tuntas sebelum datangnya penjajah Belanda yang meram-pas negeri ini sejak abad ke-16.9) Kolonial Belanda baru keluar dari negeri ini setelah serbuan Jerman dan Jepang pada tahun 1942, dan angkatan perang Jepang berhasil menduduki seluruh kepulauan Melayu, kemudian hengkang dari negeri ini pada tahun 1945 setelah Amerika menjatuhkan bom atomnya di Hiroshima, sehingga mempercepat kemenangan Amerika dalam Perang Dunia ke II ini.

Setengah abad pertama dari masa penjajahan Belanda selama 3,5 abad di Indonesia, Belanda mendapatkan perlawanan sengit dari puluhan juta rakyat Muslim Indonesia yang miskin atas kekejaman kolonialisme yang keji. Dalam masa perla-wanan baik yang dilakukan di bawah tanah maupun terang-terangan, muncullah tokoh-tokoh pejuang Indonesia seperti Mohammad Hatta, Mohammad Natsir, Mohammad Roem, Soekarno, Ahmad Soebardjo, Sjahrir, dan Kasman Singodimedjo.

Sewaktu penjajahan Jepang, para tokoh di atas dan lain-lainnya melakukan perlawanan secara rahasia terhadap Jepang, tetapi Soekarno adalah salah satu tokoh yang mengajak bekerja sama dengan angkatan perang penjajah Jepang, karena itu dia dianggap sebagai tokoh yang moderat 10).

Penjajah Belanda dan Jepang memaksa Soekarno untuk menjadi juru bicaranya, dengan imbalan, Soekarno diangkat sebagai tokoh utama lantaran kemampuannya yang luar biasa dalam mem-pengaruhi pikiran publik. Ia dicintai oleh rakyat, dan di depan namanya mereka tambahkan kata Ahmad, sehingga nama lengkapnya menjadi Ahmad Soekarno. Hubungan Soekarno dengan Islam sama persis sebagaimana Kemal Attaturk di Turki dengan Islam, yang secara lahiriah menam-pakkan perhatiannya kepada Islam, tetapi di balik itu, ia melakukan tipu daya terhadap rakyat dan ulama guna memantapkan kekuasaan seperti yang diperbuat oleh Kemal Attaturk. Begitulah yang dilakukan oleh Soekarno sejak ia memegang kekuasaan di Indonesia sebagai presiden pada 23 Agustus 1945.11) Soekarno dengan terang-terangan tidak mengacuhkan Islam dan menyatakan perang terhadap partai-partai Islam dan menggalakkan kemajuan partai Komunis serta badan-badan penyebaran Kristen dengan biaya negara. Ringkas-nya tindakan-tindakan Soekarno yang busuk itu, telah menjerumuskan Indonesia ke dalam suasana kacau dan kemelut yang terjadi dewasa ini, yaitu :
Sejak ia memegang kekuasaan telah meng-umumkan strategi tipu dayanya yang pertama dengan menjadikan Pancasila sebagai dasar dan filsafat negara bangsa Indonesia. Pancasila ini terdiri dari ke-Tuhan-an yang Maha Esa, Kema-nusiaan, Kebangsaan, Kedaulatan Rakyat, dan Keadilan Sosial. Kata-kata Pancasila ini selalu diucapkan berulang-ulang oleh orang Indonesia yang secara sepintas terlihat baik dan membawa “rahmat” tetapi pada hakikatnya adalah racun yang ditebarkan oleh Soekarno untuk tujuan menggalang kerja sama antara rakyat Indonesia yang 90% Muslim dengan golongan-golongan lain, terutama sekali dengan golongan Komunis dalam kedudukan yang sama.

Alasannya adalah, untuk menyatukan barisan nasional dalam menghadapi kekuatan kolonial.


Soekarno memecah belah kekuatan revolusioner yang sebenarnya, terutama sekali partai Masyumi dan Syarikat Islam yang merupakan kekuatan penentang penjajah Belanda dan Jepang. Bahkan para tokoh utama dari pejuang-pejuang tersebut dipenjarakan oleh Soekarno seperti Mohammad Natsir, mantan Perdana Menteri setelah Prok-lamasi, Dr. Sjahrir, Ahmad Soebardjo, mantan Menteri Luar Negeri, Burhanuddin Harahap, mantan Perdana Menteri tahun 1955, Mohammad Roem, mantan ketua delegasi perundingan Konferensi Meja Bundar tahun 1949 dan Menteri Pendidikan, karena Kementerian ini melarang penerbitan buku dan selebaran-selebaran anti Komunis yang begitu gencar di negeri ini. Beberapa tahun setelah Soekarno memegang kekuasaan, teman-temannya yang dahulu berjuang bersamanya, dijebloskan ke dalam penjara atau dikenai tahanan rumah atau tahanan rumah sakit, karena mereka menghalangi langkah Soekarno untuk menghancurkan Islam dan menyerahkan Indonesia ke tangan Komunis serta golongan Kristen.


Soekarno menggalakkan para misionaris untuk menyebarkan Kristen dalam bentuk yang belum pernah terjadi sebelumnya, sekalipun pada masa penjajahan Belanda yang berlangsung 300 tahun lebih. Pemerintah Soekarno turut mendanai badan-badan misionaris Kristen bahkan ia mengijinkan Kristenisasi di kalangan militer Indonesia atas biaya negara. Ada sebanyak 260 tokoh-tokoh Pendeta Kristen Protestan yang bekerja di lingkungan militer dengan gaji negara.12) Pada masa Soekarno dan dalam sejarah Islam pertama di Indonesia terjadi ribuan orang Islam pindah ke agama Kristen dengan sepenge-tahuan pemerintah Soekarno. Akibat dari politik ini, maka dengan cepat jumlah orang Kristen mencapai lebih dari 5 Juta orang yang berarti berlipat ganda sekian kali jumlahnya dibandingkan masa penjajahan Belanda.


Soekarno menggalakkan Komunis dan menge-labui rakyat Indonesia dengan doktrin Nasakom-nya guna menggalang kerja sama antara kaum Muslimin dan golongan Komunis untuk mela-wan penjajah. Rakyat menerima ajakan pemim-pin besarnya, karena mereka menganggap munculnya kolonialis baru yang mengancam negeri mereka dan untuk menghadapi bahaya penjajahan yang fatamorgana ini hanya bisa dilakukan dengan cara bekerja sama antara golongan Islam dan golongan Komunis.13) Dengan demikian golongan Komunis menjadi kuat berkat bantuan pemerintah sendiri dan paham Komunis meresap ke seluruh penjuru negeri, bahkan ke dalam tubuh militer Indonesia sendiri. Para perwira yang Komunis memberikan latihan militer kepada ribuan teman-teman Komunisnya untuk menghadapi hari H.14) Kerja sama antara Soekarno dan golongan Komunis tidak lagi menjadi rahasia bagi setiap orang di Indonesia maupun di luar negeri, kecuali mereka yang terbuai oleh kelicikan Soekarno pada masa-masa perjuangan bawah tanah dan terang-terangan di masa lalu. Patut diketahui bahwa jumlah kaum Komunis telah berkembang menjadi 3 Juta lebih di masa Soekarno padahal di zaman penjajahan Belanda hanya beberapa ribu orang saja.15)


Soekarno melicinkan jalan bagi kolega-kolega Cina Komunis untuk menguasai perekonomian negeri ini sehingga jumlah orang-orang Cina yang menonjol semakin besar.


Begitu juga penyebaran majalah Yahudi yang dicetak di India dengan beraninya disalurkan melalui Kedutaan India di Jakarta. Soekarno melayani kepentingan Yahudi tidak secara langsung, tetapi melalui partai Komunis yang menjadi kepanjangan tangan dari gerakan Zionisme Yahudi Internasional. Adakah pelayanan yang lebih besar bagi kepentingan Yahudi lebih dari upaya menyerahkan negeri yang besar ini ke tangan golongan Komunis dan menempatkan negeri ini di bawah pengaruh Komunis RRC ataupun Komunis Rusia ?.

Hari H

Soekarno merasa bahwa ajalnya sudah hampir tiba, maka dia tidak ingin mati sebelum dapat memberikan pelayanan terakhir yang berharga kepada kolega Komunisnya. Ia menyadari bahwa sangat sulit menjebol akar Islam bila dia telah mati. Karena itu dia ingin menyelesaikan urusan ini dan menyerahkan kekuasaan negara kepada Partai Komunis, baru kemudian dia bisa dengan tenang menutup mata untuk selamanya. Soekarno tidak perlu berpikir keras mencari solusi, karena kolega-koleganya yang berpengalaman cukup lihai untuk mencari solusi dan dalih sebagai justifikasi (pembenar). Mereka adalah intelijen-intelijen yang pandai menciptakan kebohongan dan membuat fitnah kepada tokoh-tokoh yang baik. Oleh karena itu, Soekarno bersepakat dengan mereka untuk mengadakan revolusi sehingga kelak kekuasaan pemerintah jatuh ke tangan mereka. Mereka lalu mengadakan komplotan dan fitnah dengan menyebarkan tuduhan bahwa ada beberapa jenderal Muslim yang berniat untuk menggulingkan Soekarno. Komplotan yang palsu ini mendorong perwira-perwira Komunis untuk melakukan tindakan dan menghabisi sejumlah Jenderal serta teman dan pendukung mereka. Operasi pemban-taian yang keji ini telah berlangsung dengan cara-cara yang sangat mengerikan pada awal Oktober 1965. Bahkan salah seorang puteri dari Jenderal tersebut mati ditembus oleh peluru kaum Komunis, karena bapaknya yang Jenderal bersembunyi di belakang tembok taman dan lepas dari maut.

Kaum Komunis membantai 6 orang Jenderal dalam satu waktu dan mereka dapat menguasai angkatan udara serta sejumlah besar kelompok militer. Mereka mengumumkan, bahwa mereka telah melakukan pembunuhan tersebut demi menyelamatkan pemimpin besar Soekarno dari usaha kudeta yang telah disiapkan oleh beberapa Jenderal. Allah masih berkehendak untuk menye-lamatkan Negeri ini dengan munculnya perlawanan yang dipimpin oleh Nasution, seorang Jenderal beragama Islam dan Soeharto sebagai koleganya. Komplotan ini dapat dibasmi dan terungkap tipu daya serta kebohongannya. Cara-cara komplotan ini melakukan pembasmian, teror, dan pembunuhan massal yang tidak mengenal belas kasihan atau adab sopan dan adat-istiadat. Pada akhirnya terungkap apa yang sebenarnya terjadi dan membuat Soekarno jatuh dari kekuasaannya karena telah berkomplot dengan Partai Komunis. Kemudian muncullah pemerintahan baru untuk melakukan penertiban dan pemulihan keamanan. Peran Soekarno di Indonesia akhirnya terungkap, dan ia tidak sanggup lagi melindungi Partai Komunis untuk menutup kesalahannya yaitu pengkhianatan dan tipu daya. Soekarno hanya dapat melakukan pembelaan melalui pidato guna menyelamatkan apa yang masih dapat diselamat-kan dari reruntuhan komplotan Komunis dengan dirinya.

Suatu saat dia berpidato : ”Bahwa golongan-golongan yang berusaha untuk menghabisi Partai Komunis di Indonesia ibaratnya seperti orang yang berusaha mematahkan besi”. Saat yang lain dia berpidato untuk meminta didirikan monumen bagi kaum Komunis yang telah memberikan pengor-banan besar dalam perjuangan kemerdekaan negeri ini .16) Soekarno hari ini telah berada di ambang sakaratul maut politiknya, yang kelak waktulah akan mengungkapkannya sebelum ajalnya datang, apakah dia termasuk dalam barisan pahlawan atau penghianat.17) Soekarno bukan orang bodoh atau dungu jika kita ingin mengatakan, bahwa kebi-jakan-kebijakan yang dilakukannya adalah dilan-dasi oleh niat baik, tetapi telah terjadi kesalahan di sana-sini. Sesungguhnya dia adalah seorang yang amat lihai karena ia mampu memainkan peran rahasia dan melayani kepentingan Yahudi Internasional sepenuh hati, dan rasa tanggung jawab sekalipun dengan mengorbankan masa lalunya dan masa kininya serta menghadapi bahaya dalam hidupnya demi mensukseskan peran yang diletak-kan di atas pundaknya, dan menjalankan sandiwara di atas panggung sejarah Indonesia. Karena sesungguhnya Soekarno adalah seorang keturunan Yahudi suku Dunamah.18) Allah telah melindungi Indonesia dan rakyatnya yang Muslim dan pemberani dan militernya yang ksatria yang telah berhasil menghancurkan kekuatan Komunis terbesar di luar negara-negara Komunis. (Diter-jemahkan dari “ Al Af’al Yahudiyah fii Ma’aqilil Islami, Dr, Abdullah Tal, bab V, hal. 128-133, terbitan Al Maktab Al Islamy, Beirut, 26 Agustus 1971). ?

Sunday, March 22, 2009

ORANG-ORANG JAKARTA DI BALIK BERBAGAI KERUSUHAN

Tragedi kerusuhan sosial di Maluku, menurut dosen Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Ichsan Malik, dalam dua setengah tahun terakhir telah menelan lebih dari 9000
korban jiwa. Ia menyebutnya sebagai ‘tragedi kemanusiaan terbesar di Indonesia’ belakangan ini (Kompas, 30 Maret 2001).

Pandangan umum yang beredar di Indonesia adalah bahwa konflik itu murni timbul karena persaingan antara kedua kelompok agama - Kristen dan Islam - di Maluku, atau karena ulah ’sisa-sisa kelompok separatis RMS’ di sana. Berbeda dengan pandangan umum itu, penelitian kepustakaan dan wawancara-wawancara penulis dengan sejumlah sumber di Maluku dan di luar Maluku menunjukkan bahwa tragedi itu secara sistematis dipicu dan dipelihara oleh sejumlah tokoh politik dan militer di Jakarta, untuk melindungi kepentingan mereka.

Dalam makalah ini, penulis akan menggambarkan bagaimana konflik itu dipicu dengan bantuan sejumlah preman Ambon yang didatangkan dari Jakarta, lalu mengalami eskalasi setelah kedatangan ribuan anggota Lasykar Jihad dari Jawa. Intensitas konflik dipelihara oleh satu jaringan militer aktif dan purnawirawan, yang terentang dari Jakarta sampai ke Ambon. Selanjutnya, penulis juga akan mengungkapkan agenda militer dalam memelihara kerusuhan-kerusuhan itu.

Akhirnya, dalam kesimpulan penulis akan mengajukan beberapa usul untuk penyelesaian kasus Maluku.

Jaringan Preman Ambon
———————-
Pada tahun 1980-an, seorang preman Ambon beragama Kristen di Jakarta, Ongkie Pieters
membangkitkan rasa hormat dan ketakutan di kalangan kaum muda Ambon, tanpa menghiraukan agama mereka. Meskipun penghidupan mereka didapatkan lebih dengan menggunakan otot ketimbang otak, para preman Ambon di Jakarta masih menghormati tradisi pela (persekutuan darah antara kampung Kristen dan kampung Islam). Kalau berkelahi, mereka sering memakai ikat kepala merah, yang lebih merupakan simbol ke-Ambon-an yang berakar dalam kultur Alifuru ketimbang lambang agama Samawi yang mereka anut. Hal ini secara radikal berbeda dengan makna yang kini diberikan terhadap ‘merah’ sebagai simbol Kristen dan ‘putih’ sebagai simbol Islam. Tidak berapa lama, seorang preman Ambon yang lain, Milton Matuanakotta muncul ke tengah-tengah gelanggang. Ia memiliki banyak pendukung di kalangan kaum muda baik di kalangan Ambon Kristen maupun Muslim, dan dengan cepat menjadi lebih populer di kalangan preman Ambon di Jakarta daripada pendahulunya. Pada saat itu, orang-orang Ambon Muslim beranggapan perlu memiliki ‘pahlawan’ mereka sendiri, maka mereka memilih Dedy Hamdun, seorang Ambon keturunan Arab. Figur ini agak kontroversial, sebab di satu sisi ia aktif berkampanye untuk PPP, tetapi di sisi lain suami artis Eva Arnaz itu juga bekerja untuk membebaskan tanah bagi bisnis properti Ibnu Hartomo, adik ipar bekas Presiden Soeharto.

Entah karena aktivitas politik atau bisnisnya, di awal 1998 Deddy Hamdun diculik bersama sejumlah aktivis PRD, Aldera, dan PDI-P oleh satu reguKopassus bernama Tim Mawar yang berada di bawah komando Jenderal Prabowo Subianto, menantu Presiden Soeharto waktu itu. Hilangnya Hamdun setelah 3 1/2 bulan dalam tahanan Tim Mawar (Siagian 1999: 20-21) mengubah peta politik preman Ambon di Jakarta. Kepemimpinan pemuda Muslim Maluku diambilalih oleh Ongen Sangaji, seorang preman Maluku Muslim yang juga anggota Pemuda Pancasila.

Secara ironis, dalam bersaing untuk loyalitas di kalangan kaum muda Maluku di Jakarta kedua pemimpin preman itu juga bersaing dalam mendapatkan akses ke bisnis keamanan pribadi anak-anak Soeharto. Milton memperoleh akses ke mereka melalui Yorris Raweyai, wakil ketua Pemuda Pancasila yang berasal dari Papua Barat dan dekat dengan Bambang Trihatmodo. Selain itu, Milton adalah ipar Tinton Soeprapto, pimpinan arena pacuan mobil milik Tommy Soeharto di Sentul, Bogor.

Sementara itu, Ongen lebih dekat ke Siti Hardiyanti Rukmana alias Tutut melalui Abdul Gafur, bekas Menteri Pemuda dan Olahraga di zaman pemerintahan Soeharto. Anak buah Ongen terutama berasal dari desa-desa Pelauw dan Kalolo di Haruku.

Menjelang Sidang Istimewa MPR November 1998, ketika B.J.Habibie berusaha mencari mandat untuk melegitimasi kepresidenannya, sejumlah politisi, jendral dan usahawan menciptakan kelompok paramiliter baru untuk menangkal aksi-aksi demonstrasi mahasiswa yang menentang pencalonan kembali Habibie.

Kelompok Pam Swakarsa ini antara lain terdiri dari preman-preman Ambon Muslim yang direkrut oleh Ongen Sangaji. Dukungan keuangan untuk kelompok ini berasal dari keluarga Soeharto dan seorang pengusaha keturunan Arab, Fadel Muhammad, yang dekat dengan keluarga Soeharto.

Sementara dukungan politis untuk kelompok itu berasal dari Jenderal Wiranto, Menteri Pertahanan waktu itu, Mayor Jenderal Kivlan Zein, Kepala Staf KOSTRAD waktu itu, Abdul Gafur, Wakil Ketua MPR waktu itu, dan Pangdam Jaya Mayjen Djadja Suparman.

Untuk meningkatkan militansi para milisi yang miskin dan berpendidikan rendah itu, mereka diindoktrinasi bahwa para aktivis mahasiswa adalah “orang-orang komunis” yang didukung oleh jendral dan pengusaha Kristen. Dengan demikian banyak anggota PAM Swakarsa beranggapan bahwa mereka ber’jihad’ melawan “orang kafir”. Kenyataan bahwa bentrokan yang paling sengit antara para mahasiswa dan tentara terjadi di kampus Universitas Katolik Atmajaya, hanya karena kedekatan kampus itu dengan gedung parlemen, memberikan kesan kredibilitas dari propaganda sektarian dan anti komunis ini.

Dalam kerusuhan Semanggi menjelang Sidang Istimewa MPR itu, empat orang anak buah Ongen yang berasal dari Kailolo (Haruku), Tulehu dan Hitu (Ambon), dan Kei (Maluku Tenggara), dibunuh oleh penduduk setempat yang berusaha melindungi para aktivis mahasiswa dari serangan kelompok milisi Muslim itu.

Maka terbukalah peluang untuk menghasut preman-preman Ambon Islam itu untuk melakukan balas dendam. Konyolnya, balas dendam itu tidak diarahkan terhadap para aktivis mahasiswa, tetapi terhadap sesama preman Ambon yang beragama Kristen. Kesempatan itu timbul ketika terjadi kerusuhan di daerah Ketapang, Jakarta Pusat, pada hari Minggu dan Senin, 22-23 November 1998.

Apa yang dimulai adalah percekcokan antara para satpam Ambon Kristen yang menjaga sebuah pusat perjudian dan penduduk setempat segera berkembang menjadi kerusuhan anti Kristen di mana lusinan gereja, sekolah, bank, toko, dan sepeda motor dihancurkan. Ternyata, kekuatan-kekuatan dari luar dikerahkan untuk mengubah konflik lokal itu menjadi konflik antar-agama. Kekuatan-kekuatan luar ini mencakup sekelompok orang yang mirip orang Ambon, yang menyerang lingkungan Ketapang pada jam 5.30 pagi. Mereka dibayar Rp 40.000 ditambah makan tiga kali sehari untuk menteror orang-orang Muslim setempat. Meskipun salah seorang dari mereka yang tertangkap adalah orang Batak yang kemudian disiksa dan dibunuh oleh penduduk setempat, namun mayoritas preman ini adalah orang Ambon anggota PAM Swakarsa bentukan Gafur. Mereka yang menyerang semua penduduk setempat yang terlihat melintas di sekitarnya dan membakar semua sepeda motor yang diparkir di depan mesjid setempat yang menyebabkan jendela-jendela mesjid itu pecah.

Dipicu oleh kabar angin bahwa sebuah mesjid telah dibakar oleh ‘orang-orang kafir’, penduduk Muslim setempat balik menyerang orang-orang luar tadi dengan dukungan para anggota Front Pembela Islam (FPI) yang didatangkan dari berbagai tempat di Jakarta. Selama kerusuhan ini, enam orang meninggal korban main hakim sendiri oleh penduduk Muslim setempat dan para anggota FPI. Tiga orang dari korban itu adalah orang-orang Kristen dari Saparua dan Haruku.

Memang tidak jelas apakah rangkaian pembunuhan terhadap para preman Ambon di Senayan dan Ketapang itu telah dipersiapkan oleh sekutu-sekutu politik Soeharto. Yang jelas, kerusuhan di Ketapang mengukuhkan monopoli sebuah pusat perjudian lain di jalan Kunir, Jakarta. Pusat perjudian itu dikelola oleh Tomy Winata, mitra bisnis Bambang Trihatmodjo dan teman dekat Yorris Raweyai dari Pemuda Pancasila.

Terlepas dari motif di balik pembakaran pusat perjudian di Ketapang, pembunuhan terhadap para preman Ambon Muslim dan Kristen itu mengakibatkan kedua kelompok itu bertekad melakukan balas dendam terhadap satu sama lain di kampung halaman mereka di Maluku.

Dengan menggunakan kerusuhan Ketapang sebagai alasan, aparat keamanan di Jakarta menangkap semua orang Maluku yang tidak memiliki KTP, dan menaikkan mereka ke kapal penumpang sipil maupun Angkatan Laut yang berlayar ke Ambon. Menurut seorang sumber penulis yang berlayar dengan KM Bukit Siguntang ke Ambon pada bulan Desember 1998, sekelompok preman Ketapang yang menumpang di geladak kapal dengan suara keras menggembar-gemborkan niat mereka untuk membalas dendam terhadap musuh mereka di Ambon.

Di mata orang awam, langkah-langkah aparat keamanan ini tidak tampak mencurigakan, karena banyak orang Ambon Kristen pulang ke kampung halamannya untuk merayakan Natal, sementara banyak orang Ambon Muslim juga merencanakan untuk melalui bulan puasa dan liburan Idul Fritri bersama sanak keluarga di kampung mereka. Baru kemudian tersebar berita bahwa antara 165 dan 600 pemuda Ambon telah berlayar pulang ke Ambon selama akhir tahun 1998. Di antara mereka terdapat preman Ambon Kristen yang terlibat dalam serangan fajar di Ketapang, maupun Sadrakh Mustamu, kepala keamanan di pusat perjudian Ketapang. Ongen Sangaji dan Milton Matuanakotta juga termasuk preman Ambon yang pulang ke Ambon pada akhir tahun 1998, untuk menyulut kerusuhan di sana.

Preman Ambon yang datang dari Jakarta, segera melebur ke dalam kalangannya masing-masing. Di kotamadya Ambon yang berpenduduk hampir 350 ribu jiwa itu, dunia preman dikuasai oleh dua orang tokoh yang berbeda kepribadiannya, Berty Loupati yang masih muda lebih merupakan seorang preman profesional, serta Agus Wattimena yang tua, seorang penatua (anggota Majelis Gereja) yang juga jago berkelahi.

Berty Loupati adalah pemimpin kelompok ‘Coker’ yang didirikannya awal 1980-an di daerah Kudamati dekat RS Dr. Haulussy setelah ia pulang dari “berguru” ilmu kriminalitas kelas teri (petty crime) di Surabaya. Kelompok ini adalah hasil peleburan kelompok-kelompok preman yang lebih kecil di Ambon, seperti Van Boomen, Papi Coret, Sex Pistol. Anggota kelompok preman gabungan itu kurang lebih seratus orang, Nasrani maupun Muslim.

Walaupun anggotanya ada juga yang perempuan, Coker semula merupakan kepanjangan dari “Cowok Keren” (’Handsome Boys’), walaupun kemudian ada yang mempelesetkan arti Coker menjadi Cowok Kerempeng (’Skinny Boys’), karena kebanyakan anggotanya memang kurus kerempeng. Di kemudian hari, setelah konflik antar-agama mulai berkecamuk di kota Ambon, majalah mingguan Tajuk (April 1999) mengubah arti Coker menjadi ‘Cowok Keristen’ (’Christian Boys’). Singkatan “Cowok Kristen” itu kemudian dipopulerkan oleh media massa yang mendukung kehadiran Lasykar Jihad di Maluku.

Di luar struktur Coker, Agus Wattimena mendirikan Lasykar Kristus, khusus dibentuk untuk berperang melawan kelompok milisi Islam asli Ambon sertaLasykar Jihad yang datang dari luar Ambon. Jagoan yang sering menyandang pistol Colt kaliber 45 mengaku punya 60 ribu anak buah (Hajari 2000).

Tidak jelas seberapa jauh kebenaran klaim Agus itu. Yang jelas, adanya dua kelompok yang sama-sama mengklaim membela kepentingan masyarakat Ambon Kristen menimbulkan rivalitas yang sangat tajam antara Berty dan Agus, apalagi setelah beredar kabar burung bahwa Berty mulai condong ke kepentingan penguasa dari Jakarta. Tidak lama setelah nama Agus Wattimena diumumkan sebagai “Pimpinan Akar Rumput” (Grassroots Leader ) Front Kedaulatan Maluku (FKM), yang diproklamasikan oleh dokter Alex Manuputty dan kawan-kawannya pada tanggal 18 Desember 2000, riwayat Agus tampaknya sudah tamat.

Hari Selasa malam, 20 Maret 2001, Agus Wattimena tewas tertembak di rumahnya sendiri, dengan dua lubang tembakan di jidat dan lengan kirinya (Jakarta Post, 22 Maret 2001). Menurut sumber-sumber Lasykar Jihad (Laskarjihad.or.id, 21 Maret 2001), “Agus ditembak oleh pesaingnya, Berty Loupatty, kepala geng Coker (Cowok Kristen), yang satu daerah dengan Agus. Berty dan Agus memang akhir-akhir ini sudah tidak akur dan pernah terlibat baku tembak melibatkan seluruh anak buah mereka di kawasan Kudamati beberapa bulan lalu”.

Namun melihat pola adu domba antara sesama kelompok sipil yang semakin sering dilakukan oleh kelompok-kelompok militer di berbagai penjuru Nusantara, bisa saja Agus Wattimena ditembak mati oleh seorang sniper profesional. Soalnya, ia baru dibunuh setelah melibatkan diri secara langsung dalam sebuah organisasi yang terang-terangan memperjuangkan kedaulatan rakyat Maluku yang diproklamasikan oleh RMS tahun 1950. Jadi saat itu ia bukan lagi sekedar panglima satu kelompok milisi yang semata-mata memperjuangkan keselamatan separuh penduduk kota Ambon yang beragama Kristen.

Kendati demikian, buat kebanyakan orang Ambon yang beragama Kristen, kematian laki-laki setengah ompong berumur 50 tahun itu tetap dihargai sebagaimana layaknya gugurnya seorang pahlawan. Ia dikuburkan di tengah-tengah 400 orang anakbuahnya yang telah meninggal terlebih dahulu di kota Ambon. Kematiannya tidak hanya diperingati di kota Ambon, tapi juga oleh masyarakat Ambon Kristen di Jakarta, dihadiri oleh sejumlah artis terkenal.

Sementara itu, Ongen Sangaji dan Milton Matuanakotta sudah sama-sama bersembunyi untuk menghindarkan diri dari kemarahan masyarakat Ambon di Jakarta. Ongen kabarnya telah bersumpah untuk tidak akan terlibat lagi dalam proyek kerusuhan di tempat-tempat lain di Indonesia, sedangkan Milton kabarnya disembunyikan atas perintah Jenderal (Purn.) Wiranto, yang peranannya akan dibahas kemudian dalam makalah ini.

Eskalasi dua tahap
——————-
Setelah dipicu oleh para preman Ambon dari Jakarta, konflik di Maluku dapat dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama mulai Januari 1999 sampai dengan akhir April 2000, dan ditandai oleh saling menyerang antara penduduk Kristen dan Muslim yang sebagian besar menggunakan senjata primitif buatan sendiri, termasuk bom rakitan. Ada keseimbangan kekuatan antara kedua belah fihak. Selanjutnya, fase kedua mulai dari bulan Mei 2000, yang ditandai oleh kedatangan orang non-Maluku, yang sebagian besar adalah orang Muslim dari Jawa, Sulawesi, dan Sumatera, yang dikenal sebagai Lasykar Jihad.

Mereka membawa senjata modern dan bersekutu dengan personil militer Muslim yang berjumlah 80% dari pasukan yang ditempatkan di kepulauan rempah-rempah itu. Perkembangan ini secara total menghancurkan keseimbangan sebelumnya, dan menciptakan perimbangan kekuagan yang menguntungkan orang Muslim.

Selama tahap pertama, ketika secara relatif jumlah orang yang terbunuh masih sedikit dan
tingkat kebencian antaragama belum mencapai klimaksnya, maka operasi intelijen direncanakan secara cermat untuk mengkondisikan kedua komunitas menerkam leher satu sama lain, segera setelah kerusuhan sosial dipicu. Operasi-operasi intelijen ini mencakup penyaluran pamflet-pamflet provokatif di kalangan penduduk dan penyaluran handie-talkie di kalangan pemimpin kelompok-kelompok setempat agar kerusuhan dapat dipicu secara simultan dalam jangkauan yang luas.

Beberapa pamflet tanpa nama yang disebarkan di Ambon menjelang kerusuhan bulan Januari dan Februari 1999, memperingatkan kedua belah pihak, bahwa pihak lain sedang merencanakan untuk membakar rumah-rumah ibadah mereka, dan memperingatkan sebuah kelompok etnik bahwa kelompok etnik lain sedang merencanakan untuk membinasakan mereka.

Pamflet-pamflet serupa disebarkan di kalangan kaum Muslim di Maluku Utara, menjelang kerusuhan bulan Agustus dan November 1999. Ditandatangani oleh para pemimpin gereja Protestan di Ambon, isi pamflet-pamflet itu mendesak orang Kristen untuk membinasakan semua orang Muslim. Salah satu pamflet jatuh ke tangan aparat desa di Tidore. Sebuah pertemuan diadakan dan ketika pendeta setempat, Ari Risakotta, tidak muncul untuk menjelaskan isi surat itu, ia diserang dan dibunuh di rumahnya. Mengingat bahwa pertarungan yang masih berlangsung di Ambon, rasanya sangat tidak mungkin bahwa ada pemimpin gereja menginginkan konflik itu merambat ke daerah lain di kepulauan itu.

Jadi dapat disimpulkan bahwa pamflet-pamflet ini dibuat oleh para agitator yang sangat profesional, yang mengenal masyarakat Maluku Utara dengan sangat baik. Akhirnya, setelah perang saudara berlangsung beberapa bulan dan kedua belah fihak telah banyak saling membunuh, seruan jihad dikumandangkan oleh organisasi-organisasi militan Muslim yang didukung oleh sejumlah politisi Muslim dalam tablig akbar pada tanggal 7 Januari 2000 di Lapangan Monas Jakarta, yang menjadi platform untuk memobilisasi kekuatan-kekuatan Lasykar Jihad, untuk dikirim ke Maluku.

Sepintas lalu, semua perkembangan ini tampak berlangsung secara spontan. Tetapi di bawah permukaan, ada dua jaringan yang saling berhubungan, yakni jaringan militer dan jaringan Muslim militan, yang masing-masing punya agenda sendiri, tetapi dipersatukan oleh tujuan bersama untuk menyabot tujuan pemerintah untuk menurunkan kekuasaan militer dan untuk menciptakan masyarakat yang terbuka, toleran, dan bebas dari dominasi suatu agama.

Jaringan Militer
——————
Jaringan militer yang menjembatani kedua tahap itu terentang dari Jakarta sampai ke Ambon, dan terdiri dari perwira-perwira aktif maupun purnawirawan yang bekerja keras untuk memprovokasi orang-orang Muslim dan Kristen untuk bertarung. Mereka termasuk dalam faksi militer yang dengan kuat menentang pengurangan politik dan kepentingan bisnis militer, atau ikut dalam jaringan ini untuk menyelamatkan diri mereka sendiri dari sorotan dan kemungkinan pengadilan atas pelanggaran hak-hak asasi manusia serta kejahatan melawan kemanusiaan.

Dua orang jendral purnawirawan, tiga orang jendral aktif, dan seorang pensiunan perwira
TNI/AU, terlibat dalam jaringan ini. Mereka terdiri dari Jendral (Purn.) Wiranto, Mayor Jenderal Kivlan Zein, Letjen (Purn.) A.M. Hendropriyono, Letjen Djadja Suparman, Letjen Suaidy Marasabessy, Mayjen Sudi Silalahi, dan Mayor TNI/AU (Purn.) Abdul Gafur.

Wiranto adalah Penglima Angkatan Bersenjata yang bertanggungjawab atas pestapora kekerasan dan kehancuran pasca referendum di Timor Lorosa’e pada bulan September 1999, dan juga bertanggungjawab atas pecahnya kekerasan di Ambon, delapan bulan kemudian.

Nama Kivlan Zein, pernah dikemukakan sekali oleh Abdurrahman Wahid, walaupun dengan secara agak tersamar, yakni “Mayjen K” (Tempo, 29 Maret 1999: 32-33). Menurut informasi yang saya peroleh, Kivlan Zein, yang saat itu menjabat sebagai Kepala Staf KOSTRAD, memang ditugaskan oleh Wiranto untuk mengamankan Sidang Istimewa MPR bulan November 1998. Tugas itu antara lain dilaksanakan dengan pembentukan PAM Swakarsa, yang sebagian besar beragama Islam.

Untuk melakukan tugas-tugas counter-insurgency semacam itu, Kivlan Zein punya satu sumber dana yang luarbiasa, yakni kelompok perusahaan Tri Usaha Bhakti (TRUBA), di mana ia duduk sebagai komisaris (Kompas, 3 November 2000). Awal November tahun lalu, anggota Komisi I DPR, Effendi Choirie dari Fraksi Kebangkitan Bangsa mendesak Departemen Pertahanan dan Markas Besar TNI agar secara serius menindaklanjuti hasil auditing BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) terhadap sejumlah yayasan milik TNI, yang baru saja dilaporkan ke DPR. Di situ termasuk bisnis Yayasan Kartika Eka Paksi, pemilik seluruh saham TRUBA itu. Sayangnya, seruan politisi PKB itu tidak ditanggapi oleh pemerintah maupun para anggota DPR yang lain.

Djadja Suparman adalah Pangdam Jaya yang ikut bertanggungjawab atas pembentukan PAM Swakarsa. Setelah dipromosikan menjadi Pangkostrad, ialah yang memerintahkan pasukan Kostrad di Makassar untuk terbang ke Ambon, hanya satu jam setelah bentrokan antara seorang pengendara angkutan umum Ambon Kristen dan seorang penumpang Bugis Muslim pecah di Ambon pada tanggal 14 Januari 1999.

Belakangan ini ada sinyalemen di Jakarta, bahwa korupsi sebesar Rp 173 milyar di lingkungan yayasan-yayasan Kostrad ketika kesatuan militer elit itu masih berada di bawah Djadja Suparman (Tempo, 24-30 April 2001, Laporan Utama), ada hubungan dengan kerusuhan di Maluku. Sebagian dana itu digunakan untuk membiayai pelatihan dan pengiriman 6000 orang anggota Lasykar Jihad ke Maluku. Paling tidak, begitulah yang dipercayai oleh para anggota Kongres AS, yang menolak normalisasi kerjasama militer antara AS dan Indonesia.

Seperti yang telah disinggung di depan, Abdul Gafur yang mantan Menteri Pemuda dan Olahraga di bawah Soeharto itu ikut terlibat dalam pembentukan pasukan PAM Swakarsa
tersebut, khususnya kelompok preman Maluku Muslim yang diketuai oleh Ongen Sangaji.

Di kalangan orang Maluku di Jakarta, ia dikenal sangat tekun berusaha memecah-belah masyarakat Maluku berdasarkan garis agama. Pada 15 Mei 1995, ketika komunitas Ambon di Jakarta memperingati pemberontakan Pattimura melawan Belanda pada tahun 1817, Gafur memboikot perayaan orang Maluku di Gedung Joang di lingkungan Menteng di mana dua pemuka agama — Kristen dan Muslim — memanjatkan doa mereka. Ia sebaliknya mengorganisir perayaan eksklusif bagi orang Maluku Muslim di Taman Mini Indonesia Indah dengan mengorganisir lari membawa obor. Pada kesempatan lain, Gafur mengatakan bahwa Pattimura beragama Islam, bertentangan dengan pandangan umum bahwa pahlawan nasional itu, yang sesungguhnya bernama Thomas Matulessy, beragama Kristen.

Setelah kerusuhan meletus di Ambon, dan propinsi Maluku dipecah dua menjadi Maluku Utara dan Maluku, Gafur yang beradarah campiran Ternate dan Acheh itu segera berkampanye untuk menjadi kandidat Gubernur Maluku Utara, memanfaatkan koneksi-koneksi Golkarnya. Ketua DPP Golkar yang juga ketua DPR-RI, Akbar Tanjung, mendukung pencalonan Gafur oleh Golkar, yang menguasai kursi terbanyak di DPRD Maluku Utara (Gamma, 17-23 Jan. 2001, hal. 39; Mandiri, 28 Febr. 2001), namun sejumlah cendekiawan asal Maluku Utara menentang pencalonan orang yang selama ini sangat bersikap menjilat pantat Soeharto dan keluarganya.

Tidak lama setelah kerusuhan meletus di kota Ambon, mulai beredar kabar-kabar burung bahwa kerusuhan itu didalangi oleh orang-orang Maluku Nasrani, yang ingin menghidupkan kembali ‘Republik Maluku Selatan’ (RMS) yang pernah dicetuskan di Ambon pada tanggal 25 April 1950, dan meneruskan perjuangan mereka lewat gerilya bersenjata di Pulau Seram hingga tahun 1964. Tuduhan itu, di mana cap ‘RMS’ selanjutnya dipelesetkan menjadi ‘Republik Maluku Serani’, yang akan dibahas tersendiri di bagian ini, sejak dini ikut disebarluaskan oleh Letjen (pur) A.M. Hendropriyono, mantan Menteri Transmigrasi dalam pemerintahan Habibie. Dalam sebuah pertemuan publik pada tanggal 19 Maret 1999 dengan gubernur Maluku, para pemimpin agama dan informal lain, serta para mahasiswa dan pemuda di Ambon, Hendropriyono melontarkan tuduhan itu. Seorang jendral purnawirawan lain, Feisal Tanjung, yang pernah menjadi Pangab dalam kabinet Soeharto, segera menggarisbawahi tuduhan Hendropriyono itu.

Hendropriyono, memang punya kepentingan praktis untuk menyebarluaskan tuduhan itu.
Soalnya, setelah Soeharto dipaksa turun dari takhta kepresidenannya, peranan Hendropriyono dalam tragedi Lampung yang menewaskan sekitar 250 jiwa – termasuk perempuan dan anak-anak - pada tanggal 7 Februari 1989, mulai dibongkar oleh berbagai
kelompok hak asasi manusia di Indonesia. Kolonel Hendropriyono waktu itu adalah Komandan Korem 043 Garuda Hitam Lampung yang memimpin operasi gabungan tentara, polisi, dan Angkatan Udara, ke sebuah perkampungan para migran dari Jawa, yang dicap sebagai Islam fundamentalis (Awwas 2000).Cap itu, oleh berbagai pengamat, telah dianggap terlalu berlebihan. Sebab konflik antara pemerintah dan perkampungan Islam itu, lebih berakar pada permasalahan pembebasan tanah, yang lebih jauh lagi berakar pada sejarah pembukaan daerah Lampung oleh Belanda untuk kepentingan para transmigran dari Jawa (Wertheim 1989).

Dengan mengalihkan perhatian ke Maluku, dengan cara-cara yang seolah-olah merangkul
kepentingan umat Islam, Hendropriyono untuk sementara waktu berhasil mengurangi sorotan para korban tragedi Lampung.

Suaidy Marasabessy, seorang veteran dari perang Timor yang kemudian menjadi Pangdam Hasanuddin di Sulawesi Selatan, yang menyetujui pengiriman pasukan Kostrad dari Makassar ke Ambon, kendati mereka secara emosional berpihak untuk menentang Ambon Kristen dan membela para migran Bugis dan Makasar di Ambon, karena didorong oleh solidaritas etnik. Sebagai konsekuensinya Marasabessy dipindahkan ke Markas Besar Angkatan Darat dan dipromosikan menjadi Kasum TNI oleh Presiden Abdurahman Wahid.

Baik promosi Marasabessy maupun Djadja Suparman didasarkan pada rekomendasi dari Wiranto, waktu itu masih menjadi Menko Polkam. Wiranto kemudian mengangkat Marasabessy untuk mengepalai Team 19 yang terutama terdiri dari para perwira Maluku untuk mengadakan investigasi latar belakang dari kekerasan di Maluku dan menyarankan cara-cara penyelesaian persoalan itu.

Selama kedua fase konflik itu, Sudi Silalahi menjadi Pangdam Brawijaya di Jawa Timur, dan telah bertanggungjawab atas pengiriman pasukan Brawijaya - berdampingan dengan pasukan Kostrad - yang ikut meningkatkan kekerasan antaragama di Maluku. Dalam kapasitasnya sebagai Pangdam Brawijaya, ia juga membiarkan ribuan anggota Lasykar Jihad untuk berlayar dari Surabaya ke Ambon, meskipun Presiden Wahid menghimbau kepada seluruh jajaran TNI dan Polri untuk menghalanginya.

Harap diingat bahwa di awal bulan-bulan kekerasan, seluruh Kepulauan Maluku masih berada di bawah Kodam Trikora yang bermarkas di Jayapura, Papua Barat. Berarti sebenarnya Wiranto dapat mengirim pasukan Trikora dari Papua Barat ke Ambon, ketimbang mengirim pasukan dari Jawa dan Sulawesi Selatan, yang kebanyakan beragama Islam, untuk menghadapi kerusuhan di Maluku.

Baru pada tanggal 15 Mei 1999, setelah puluhan batalion tentara tersebar di Kepulauan
Maluku, status Korem Pattimura ditingkatkan menjadi Kodam.

Di Maluku sendiri, dua orang kolonel yang waktu itu berkedudukan di Ambon ikut mengipas-ngipas api kebencian antara orang Kristen dan Islam. Asisten Teritorial Pattimura, Kol. Budiatmo, memupuk hubungan dengan para Preman Kristen, khususnya Agus Wattimena, untuk mempertahankan kemarahan mereka terhadap para tetangga mereka yang Muslim, sementara Asisten Intelijen Kodam Pattimura, Kol. Nano Sutarmo, menjaga agar api tetap menyala di kalangan perusuh Muslim.

Dua orang kolonel itu, yang sudah ditempatkan di Ambon ketika Suaidy Marasabessy menjadi Komandan Korem Pattimura, juga memiliki teman-teman di kalangan atas di Jakarta. Saudara laki-laki Nano Sutarno, Brigjen Marinir Nono Sampurno, adalah komandan pengawal keamanan Wakil Presidan Megawati.

Ini membuat Megawati secara praktis “tertawan” oleh agenda militer, meskipun ia justru adalah orang yang ditugaskan Presiden Wahid untuk menyelesaikan masalah Maluku. Selain kedua orang kolonel itu, yang di akhir tahun 2000 telah dipindahkan dari Maluku, beberapa orang purnawirawan dan perwira aktif dan masih tinggal di Ambon juga memainkan peran dalam mengipas-ngipas api permusuhan antaragama. Mereka adalah Brigjen (Purn) Rustam Kastor dan Letkol (Pur) Rusdi Hasanussy.

Lahir di Ambon pada tanggal 9 Juli 1939, Rustam Kastor adalah mantan Komandan Korem Pattimura, mantan Kepala Staf Kodam Trikora (Papua Barat), dan telah ditempatkan di Markas Besar di Jakarta. Barangkali dialah yang paling tepat dijuluki sebagai ‘bapak ideologis’ dari kekerasan Maluku.

Ia memberikan pembenaran ‘pseudo-ilmiah’ untuk mengundang Lasykar Jihad ke Maluku, konon untuk menyelamatkan orang Muslim dari pembinasaan yang dilakukan oleh orang-orang Maluku Kristen, dengan menuduh orang-orang Kristen mencoba menghidupkan kembali pemberontakan ‘RMS’ tahun 1950 s/d 1964. Tidak hanya Gereja Protestan Maluku, tetapi juga PDI-P Megawati Sukarnoputri cabang Maluku dituduh terlibat dalam pemberontakan itu, yang bertujuan untuk menciptakan negara Maluku yang berasas Kristen, di mana tidak ada tempat bagi orang Maluku yang beragama Islam, menurut buku Rustam Kastor (2000) yang menjadi best-seller di kalangan pendukung Lasykar Jihad di Jawa.

Sesungguhnya, teori konspirasi ini pertama kali dikemukakan pada 28 Januari 1999 dalam konperensi pers yang diorganisir oleh dua organisasi militan Muslim, KISDI (Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam) dan PPMI (Persatuan Pekerja Muslim Indonesia). Teori konspirasi ini segera disebarluaskan oleh Letjen (pur) A.M. Hendropriyono, seperti yang telah dijelaskan di depan. Seorang jendral purnawirawan yang lain, Feisal Tanjung, bekas Pangab dalam kabinet Soeharto dan terakhir menjabat sebagai Menko Polkam dalam kabinet Habibie, ikut menggarisbawahi tuduhan Hendropriyono.

Teori ini kemudian menyebar seperti api yang membakar ranting-ranting kering setelah disiarkan oleh sebagian media massa di Indonesia, di mana singkatan RMS diplesetkan menjadi ‘Republik Maluku Serani’. Plesetan itu mendistorsi kenyataan seolah-olah semua orang Ambon Kristen mengambil bagian dalam mendirikan gerakan kemerdekaan ini, dan seolah-olah orang Ambon Islam semuanya menolak pemberontakan itu.

Disertasi Richard Chauvel tentang pemberontakan itu (1990) menunjukkan ketidakbenaran pelesetan ‘Republik Maluku Serani’, dan bahwa RMS bukan bertujuan membentuk negara Kristen. Chauvel jelas-jelas membeberkan bagaimana salah seorang pemimpin RMS yang diperiksa oleh TNI setelah pemberontakan di Ambon berhasil ditumpas adalah Ibrahim Ohorella. Raja (kepala desa) Tulehu itu malah menjadi tuan rumah rapat-rapat persiapan proklamasi RMS, mengerahkan sebagian besar warga desanya untuk menghadiri proklamasi RMS di alun-alun kota Ambon yang dihadiri sekitar 9000 orang, dan memasok kebutuhan sagu senilai Rp 25 ribu (waktu itu) untuk makanan para serdadu Angkatan Perang RMS sebelum Tulehu diduduki oleh TNI.

Sebaliknya, masyarakat Kristen di Ambon serta orang Ambon Kristen di luar Ambon juga tidak sepenuhnya mendukung proklamasi RMS. Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) sendiri, bersikap netral terhadap proklamasi itu.

Seorang tokoh Ambon di Jakarta yang kemudian menjadi Wakil Perdana Menteri, Dr. J. Leimena, dipercayai oleh Sukarno untuk berunding dengan pencetus RMS untuk mengakhiri gerakan mereka.

Setelah hampir setahun disebarkan oleh berbagai media di Indonesia, teori ini diabadikan oleh Rustam Kastor ke dalam bentuk buku (2000), yang telah menjadi paling laku, tidak hanya di lingkungan Muslim tertentu di Maluku, Jawa dan Sulawesi. Selain dari bahasa Provokatifnya tentang orang Kristen, buku itu menuding aksi demonstrasi mahasiswa Ambon secara besar-besaran pada bulan November 1998, sebagai tahap ‘pematangan situasi’ bagi pemberontakan RMS yang didukung oleh GPM dan PDI-Perjuangan cabang Maluku.

Menurut Kastor, demonstrasi itu merupakan upaya yang sadar untuk memperlemah militer, sehingga mereka tidak akan dapat menghancurkan ‘pemberontakan RMS’ selanjutnya yang bertujuan untuk membersihkan Maluku dari penduduk Muslimnya.

Kastor juga menuduh orang-orang Kristen memanipulasi gerakan reformasi yang dipimpin mahasiswa untuk menghancurkan perekonomian Indonesia, dan dengan demikian mempromosikan disintegrasi Republik dengan memisahkan provinsi-provinsi yang didominasi Kristen di Indonesia bagian Timur — termasuk Timor Lorosa’e –, yang kemudian dapat membentuk negara baru yang didominasi Kristen dengan sumber-sumber daya alami yang fantastik, karena negara itu akan meliputi Papua Barat dan provinsi Maluku yang sekarang.

Apa yang diabaikan Kastor dalam bukunya adalah kenyataan bahwa gerakan kemerdekaan Timor Lorosa’e dan Papua Barat ikut dipimpin oleh tokoh-tokoh Muslim setempat, seperti Mar’i Alkatiri yang kini menjadi Menteri Ekonomi dan sumberdaya Alam dalam pemerintahan transisi di Timor Lorosa’e, serta Thaha Mohamad Alhamid, Sekjen Presidium Dewan Papua yang kini sedang ditahan oleh pemerintah Indonesia di Papua Barat. Alkatiri dan Alhamid tentu saja tidak berjuang untuk menciptakan suatu aliansi negara Kristen di Timur Indonesia. Di samping itu, kehendak untuk memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia bukanlah merupakan monopoli Kristen sebagaimana ditunjukkan oleh rakyat Aceh. Selain menulis buku untuk membenarkan perang antaragama di Maluku, Kastor terlibat aktif mempersiapkan kedatangan Lasykar Jihad di Maluku, dan memupuk fanatisme mereka melalui khotbah-khotbah yang membakar.

Tokoh selanjutnya, H. Rusdi Hassanusi, mungkin merupakan satu-satunya perwira polisi aktif yang memimpin sebuah cabang Majelis Ulama Indonesia. Pada bulan Juli 1999, ketua MUI Maluku itu pergi ke Makassar untuk merekrut enampuluh orang anggota Muhammadiyah dan mengapalkan mereka ke Ambon untuk bergabung dengan milisi Muslim lokal (TPG, 1999). Secara ironis, ia kehilangan anaknya, Alfian (”Eki”) Hassanusi (10), sersan polisi yang secara fatal dilukai oleh penembak gelap pada hari Rabu, 17 Mei, 2000.

Dengan begitu banyak tokoh militer yang terlibat dalam menghasut kekacauan di Maluku, maka tidaklah mengherankan jika para serdadu itu dapat beroperasi dengan bebas di kedua provinsi kembar itu, di mana sampai Mei 2000, 70% dari para korban di kedua belah pihak dibunuh atau dilukai dari tembakan senjata organik militer dan polisi.

Pada dasarnya, tiga kesatuan tentara dan satu kesatuan polisi telah mengambil bagian dalam pembunuhan besar-besaran itu, yakni pasukan-pasukan Kostrad, Brawijaya, Kopassus dan Brimob. Keterlibatan Kopassus tidak begitu kentara sebagaimana tiga kesatuan lain, yang telah didokumentasikan dengan baik oleh para jurnalis asing. Para tentara Kopassus sering menyamarkan dengan menggunakan jubah Arab dan jenggot palsu sebagai ciri Lasykar Jihad, atau menggunakan kaos-kaos Lasykar Maluku sebagai ciri dari milisi Kristen.

Beberapa orang dari mereka ditangkap sebelum mencapai Ambon, sebagaimana terjadi ketika empat orang tentara Kopassus berambut panjang ditahan di atas kapal KM Lambelu, pada 5 Agustus 2000, kira-kira 70 orang perwira Kopassus dilihat oleh para jurnalis dan para relawan kemanusiaan meninggalkan Ambon dengan menumpang pesawat terbang militer Hercules, dengan mendorong sebuah peti kayu besar yang berisi perlengkapan mereka ke dalam pesawat terbang. Mereka memakai seragam loreng, lengkap dengan lencana Kopassusnya. Kehadiran para anggota Kopassus di Ambon itu sudah diketahui oleh para jurnalis sejak Januari 1999.

Kehadiran Kopassus di antara Lasykar Jihad dapat disimpulkan dari ketrampilan tempur mereka yang khas — seperti menembak dan melempar granat dari dalam drum minyak yang kosong yang digelindingkan oleh anggota Lasykar Jihad ketika menyerang kampus UKIM (Universitas Kristen Indonesia Maluku) — atau dengan kelaziman dari para penembak gelap, yang sering bertindak secara tenang dan berhati-hati untuk menetapkan jumlah korban yang setara bagi kedua komunitas, dalam setiap konfrontasi antaragama. Memang tembakan kepala yang fatal tidak merupakan monopoli anggota Kopassus, dan telah dikuasai pula oleh pasukan-pasukan khusus Angkatan Darat memiliki waktu dan kesempatan yang lebih lama untuk mengembangkan keterampilan yang mematikan ini selama masa tugas mereka di Timor Lorosa’e dan berkat latihan bersama para penembak jitu SAS di Australia.

Tanpa dukungan militer ini, Lasykar Jihad sendiri pada tanggal 21-22 juni 2000 tidak mungkin menghancurkan markas Brimob di Tantui, Ambon, membakar asrama yang dihuni kira-kira 2.000 orang anggota Polri dan anggota keluarga mereka, menghancurkan dua gudang amunisi, dan mencuri 832 pucuk senjata, 8.000 butir peluru, dan lusinan seragam Brimob.

Jaringan Muslim
——————–
Berbicara tentang Lasykar Jihad membawa kita pada jaringan Muslim militan, yang bekerjasama dengan jaringan militer yang diuraikan sebelumnya, untuk mengirimkan enam ribu orang pemuda Muslim ke Kepulauan Maluku diharapkan dapat ‘membebaskan saudara laki-laki dan perempuan Muslim mereka dari para penindas Kristen mereka’.

Kebanyakan pemimpin massa yang direkrut untuk mengobarkan Jihad di Maluku berasal dari arus kaum militan Muslim baru, yang mengikuti ajaran gerakan Wahhabi. Gerakan internasional ini bertujuan untuk kembali kepada Islam dari generasi awal yang didanai oleh para anggota dinasti Saud. Gerakan itu dinamai dengan nama pendirinya, Muhammad bin Abdul-Wahab (1705-1787), yang ajarannya diterapkan oleh Ibnu Saud, ketika ia mendirikan monarki Saudi pada tahun 1925.

Di Indonesia, mereka berkembang pesat di luar dua organisasi Muslim yang paling besar — Nahdatul Ulama dan Muhammadiyah — dalam gerakan Tarbiyah, yang membentuk jamaah salaf di kalangan mahasiswa di beberapa universitas negeri yang bergengsi, seperti ITB. Tujuannya adalah untuk mendirikan negara Islam, karena itu mereka juga dikenal sebagai gerakan ‘neo-NII’, untuk membedakan mereka dari gerakan bawah tanah yang pernah dihubungkan dengan operasi intelijen almarhum Jendral Ali Murtopo.

Seorang aktivis ‘neo NII’ adalah Al-Chaidar, berasal dari Aceh, yang mengorganisir tabligh akbar yang dihadiri antara 40.000 sampai 10.000 Orang di Monumen Nasional Jakarta pada tanggal 7 Januari 2000. Tabligh akbar yang menghimbau agar orang Muslim berjihad ke Amdon dihadiri oleh Amien Rais, ketua MPR, Hamzah Haz, mantan menteri dalam kabinet Wahid, Fuad Bawazier, mantan menteri dalam kabinet Soeharto, serta 22 organisasi Muslim militan, termasuk KISDI, PPMI, FPI dan Asosiasi Muslim Maluku yang dipimpin oleh Ongen Sangaji.

Keterlibatan dari tokoh-tokoh politisi Poros Tengah seperti Amien Rais, Hamzah Haz, dan Fuad Bawazier itu, tidak terlepas dari perbedaan pendapat mereka dengan Presiden Abdurrahman Wahid soal peranan Islam dalam kehidupan bernegara di Indonesia. Dirintis melalui ICMI di bawah pimpinan BJ Habibie, para politisi Islam itu mengkampanyekan “demokrasi proposional” dalam sistem politik dan ekonomi Indonesia. Maksudnya, karena umat Islam merupakan mayoritas penduduk Indonesia, maka mereka harus mendominasi pemerintahan, tentara, parlemen, dan ekonomi Indponesia, yang menurut mereka saat itu masih didominasi oleh golongan minoritas Kristen dan Tionghoa (Hefner 2000: 141-142., 147-148. 150, 212).

Sikap itu justru bertolakbelakang dengan sikap politik Abdurrahman Wahid. Makanya ia menampik tawaran masuk ICMI dan sebaliknya ikut mendirikan Forum Demokrasi (Fordem) bersama sejumlah cendekiawan non-Muslim (Hefner 2000: 162). Sikap itu dilanjutkannya setelah dipilih menjadi Presiden dengan dukungan Poros Tengah, Golkar dan militer. Tak ketinggalan, Wahid pun menganjurkan rekonsiliasi dengan kaum kiri di Indonesia dengan mengusulkan pencabutan Ketetapan MPR No. 25 Tahun 1966 yang melarang penyebaran faham Marxisme-Leninisme di Indonesia. Berbagai ‘penyimpangan’ ini - di mata para politisi Poros Tengah, Golkar dan militer - mendorong munculnya aliansi untuk mendongkel Wahid dari kursi kepresidenannya dengan antara lain menggunakan kerusuhan Maluku sebagai tongkat pendongkel.

Kembali ke mereka yang bergerak di garis depan, patut digarisbawahi bahwa komandan Lasykar Jihad di Maluku, Ustadz Ja’far Umar Thalib, juga berasal dari gerakan Wahhabi. Ia adalah imam gerakan Salafi di Indonesia yang berkiblat ke Arab Saudi. Alumnus pesantren Persis di Bangil itu melanjutkan sekolah ke Maududi Institute di Lahore, Pakistan, dan dari sana bergabung dengan gerilyawan Taliban di Afghanistan (1987-1989). Keterlibatan Lasykar Jihad berperang melawan kaum Kristen di Maluku itu karena turunnya sebuah fatwa, awal 2000 yang lalu, dari salah seorang Imam Salafi di Yaman yaitu Syaikh Muqbil Bin Had Al Wadi’. Fatwa itu dikeluarkan khusus untuk berjihad di Maluku, tidak di seluruh Indonesia.

Di Maluku Utara yang dominan Muslim, ada ikatan yang kuat antara Lasykar Jihad dan Partai Keadilan, melalui ideolog partai itu, Drs. H. Abdi Sumaiti alias Abu Rido. Mantan dosen agama Islam ITB itu, yang kini Wakil Ketua Majelis Pertimbangan Partai Keadilan, pernah kuliah di Universitas Madinah, di mana ia bergabung dengan gerakan Wahhabi. Abu Rido juga menentang sekte-sekte Islam lain yang dirasakannya tidak mengajarkan doktrin yang benar. Majalah Sabili yang dimulainya ketika gerakan ‘neo-NII’-nya masih di bawah tanah, merupakan salah satu corong Lasykar Jihad.

Sementara itu, dukungan politis bagi Lasykar Jihad di dalam Angkatan Bersenjata tidak hanya berasal dari faksi Wiranto di TNI/AD. Gerakan militan Muslim ini juga menikmati dukungan diam-diam dari berbagai faksi di Polri dan Angkatan Laut. Meskipun Presiden Wahid memerintahkan seluruh jajaran TNI dan Polri untuk mencegah pasukan Lasykar Jihad meninggalkan Jawa, namun Kapolda Jawa Timur waktu itu, Mayjen Da’i Bahtiar, membiarkan saja mereka berlayar dengan kapal Pelni, KM Rinjani, dari Surabaya ke Ambon. Ini barangkali ada hubungannya dengan pernyataan komandan Lasykar Jihad, Ja’far Umar Thalib, yang mengklaim punya ‘hotline’ langsung ke Panglima TNI, Laksamana Widodo (Fealy 2001).

Kenyataannya, para anggota Lasykar Jihad juga dibiarkan mengapalkan senjata mereka dengan kapal lain, KM Tanto Sakti, yang disembunyikan dalam kotak-kotak sabun dalam 200 buah peti kemas, yang mencapai Ambon setelah kedatangan pasukan itu. Di Ambon, aparat keamanan membiarkan saja peti-peti kemas penuh senjata itu diturunkan di pelabuhan Yos Sudarso yang dikuasai komunitas Muslim di Waihoang, bukan di pelabuhan Angkatan Laut di Halong.

Agenda Militer
—————
Dilihat dari langgengnya pembunuhan antaragama di Kepulauan Maluku, penyebaran Lasykar Jihad yang cepat di kedua provinsi kembar itu, keberfihakan sejumlah besar anggota TNI dan Polri dengan fihak-fihak yang bertikai, serta ketegaran para perwira dari faksi Wiranto, di mana tidak seorang pun telah diajukan ke pengadilan atau bahkan diselidiki keterkaitannya dengan konflik berkepanjangan di Maluku, orang tidak dapat lagi mempercayai retorika resmi di Indonesia bahwa yang terlibat hanyalah “oknum-oknum pembangkang” (rogue elements). Makanya, penjelasan mengenai kerusuhan yang
berkesinambungan di Kepulauan Maluku harus ditemukan dalam kepentingan-kepentingan militer yang lebih sistemik.

Dengan menganalisis data dan mengkaji cara berfikir dan operasi militer, dapatlah dikatakan bahwa ada lima agenda militer dalam melanggengkan konflik di Maluku. Agenda yang pertama dan paling langsung adalah membalas oposisi para mahasiswa terhadap dwifungsi ABRI dengan mengalihkan konflik vertikal menjadi konflik horisontal; agenda yang kedua adalah mempertahankan konsep Wawasan Nusantara; agenda yang ketiga adalah mempertahankan struktur teritorial TNI, khususnya Angkatan Darat; agenda yang keempat adalah mempertahankan kepentingan bisnis militer; sedangkan agenda yang kelima yang tidak kalah pentingnya ketimbang semua agenda di atas adalah mencegah pemeriksaan dan peradilan para perwira tinggi dan purnawirawan ABRI yang dituduh terlibat kejahatan korupsi serta pelanggaran hak-hak asasi manusia.

Pertama-tama, pemicuan konflik horisontal di Maluku dan di tempat-tempat lain di Indonesia sengaja dilakukan oleh militer untuk membelokkan perhatian jauh dari tuntutan
para mahasiswa untuk penghapusan dwifungsi ABRI. Ini telah dicapai, tidak hanya dengan penghancuran dua kampus di mana para mahasiswanya berada di front depan dalam gerakan reformasi di Maluku, tetapi juga dengan menimbulkan perpecahan agama antara para mahasiswa Muslim dan Kristen di provinsi itu, dan dalam tingkat tertentu, di Indonesia pada umumnya.

Kedua, penarikan diri aparatur negara Indonesia secara terpaksa dari Timor Lorosa’e telah
meninggalkan satu lubang yang rawan dalam rantai pertahanan di wilayah Indonesia timur. Menurut doktrin pertahanan TNI yang dikenal dengan istilah Wawasan Nusantara, pulau-pulau berpenduduk berfungsi untuk membentengi laut pedalaman (territorial sea), dalam hal ini Laut Banda.

Maka, dengan lepasnya Timor Lorosa’e, di mata TNI rantai kepulauan untuk pertahanan
negara di kawasan timur Indonesia telah diperlemah secara serius. Maluku, yang terletak
di sebelah utara Timor Lorosa’e, secara langsung berhadapan dengan ancaman potensial
dari Selatan, khususnya ancaman yang dirasakan oleh TNI dengan kehadiran ribuan pasukan PBB, yang didominasi oleh angkatan bersenjata Australia, di Timor Lorosa’e.

Selain dari putusnya rantai pertahanan geo-strategis akibat lepasnya setengah pulau Timor dari wilayah NKRI, sebagian besar penduduk Kristen di Maluku dipandang kurang dapat dipercaya di mata militer untuk mempertahankan sisi Tenggara NKRI, karena diyakini bahwa mereka mungkin memiliki kecenderungan separatis yang sama sebagaimana rakyat Timor Lorosa’e yang mayoritas beragama Katolik.

Dari sudut militer perlu penyesuaian demografik strategik di Maluku berupa pengiriman ribuan anggota Lasykar Jihad yang akhirnya diharapkan menetap di kepulauan itu dengan
membawa keluarga mereka dari Jawa dan pulau-pulau lain. Pertukaran penduduk Maluku itu diharapkan dapat mencegah Maluku dari mengikuti contoh Timor Lorosa’e untuk memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Agenda militer yang ketiga, yakni mempertahankan struktur teritorial TNI, dapat ditunjukkan dari keputusan Jendral Wiranto meningkatkan Korem Pattimura menjadi Kodam, sehingga dengan demikian membenarkan penempatan pasukan yang lebih banyak di Maluku.

Untuk mengklarifikasi hal ini, kita perlu memahami struktur territorial Angkatan Darat, di mana garis komando terentang dari Kepala Staf Angkatan Darat ke Panglima Kodam, dengan komandannya adalah jendral berbintang dua.

Setiap Kodam terdiri dari empat sampai enam Korem yang dikepalai oleh seorang kolonel. Di bawah Korem adalah Kodim yang dikepalai oleh letnan kolonel. Setiap Kodam memiliki sejumlah batalyon yang mewakili spesialisasi pelayanan yang berbeda-beda di dalam Angkatan Darat. Batalyon-batalyon yang dikomandani oleh seorang mayor atau letnal kolonel itu merupakan tulang punggung struktur teritorial Angkatan Darat. Akhirnya, di samping unit-unit yang berdasarkan wilayah ada batalyon-batalyon dengan kemampuan tempur khusus, yakni Kopassus dan Kostrad.

Di bawah Panglima Angkatan Bersenjata Jendral Wiranto, Angkatan Darat merencanakan untuk membangun kembali tujuh belas Kodam, yang oleh pendahulunya, Jendral Benny Murdani, telah dikurangi menjadi sepuluh. Menurut rencana Wiranto, selain dari menghidupkan kembali Kodam Pattimura yang lama, Kodam-Kodam lain yang pernah ada antara tahun 1958 dan 1985 juga akan dihidupkan kembali.

Untuk menemukan dasar pemikiran dalam menciptakan kembali komando-komando daerah militer yang terbengkalai perlu ditunjukkan bahwa pasukan-pasukan itu dibutuhkan untuk menghadapi keresahan di wilayah-wilayah itu. Lalu, setelah pasukan itu disebarkan, mereka perlu ditempatkan secara permanen di sana. Dengan kata lain, untuk membenarkan kehadiran para pemadam kebakaran itu, maka kebakaran harus ditimbulkan.

Pentingnya struktur teritorial ini tidak dapat diremehkan, karena inilah tulang punggungmiliter untuk melaksanakan fungsinya sebagai kekuatan politik, di samping fungsinya sebagai kekuatan pertahanan, yang dikenal dengan doktrin ‘dwifungsi ABRI’.

Struktur teritorial ini sejajar dengan struktur pemerintah, semacam negara di dalam negara, di mana instruksi mengalir dari puncak (ibu kota nasional) ke dasar (kecamatan), sementara uang suap untuk memudahkan promosi sebaliknya mengalir dari dasar ke puncak.

Berbicara tentang uang suap adalah berbicara tentang agenda keempat dalam melanggengkankekerasan di Maluku, yakni untuk mempertahankan kepentingan ekonomi militer. Ada perwira aktif maupun purnawirawan yang merasa terancam oleh prospek desentralisasi. Jika rencana otonomi daerah dan pembangian pendapatan daerah mulai diwujudkan tahun ini, maka parlemen-parlemen daerah akan memiliki kekuasaan untuk membatalkan atau menolak untuk memperbaharui kontrak yang menguntungkan perusahaan yang didukung militer di bidang perikanan, kehutanan dan pertambangan. Kerusuhan-kerusuhan di daerah akan menunda kerugian-kerugian semacam itu.

Maluku sesungguhnya sarat dengan kepentingan bisnis militer, yang sebagian besar diperoleh dari konglomerat yang beroperasi di Maluku. Kepentingan ekonomi ini juga tidak terbatas pada Angkatan Darat, tetapi juga pada Angkatan Laut dan Angkatan Udara. PT Green Delta, adalah sebuah Perusahaan yang dimiliki oleh Angkatan Udara, yang memasok kayu glondongan dari konsesi mereka seluas 74.000 hektar di pulau Morotai untuk penggergajian perusahaan Barito Pasific di pulau lain di Maluku Utara.

Memang, Maluku bukan satu-satunya wilayah yang sarat kepentingan bisnis militer, karena ini merupakan fenomena yang berlingkup nasional. Soalnya, sekitar 75 persen dari pengeluaran militer diperoleh dari bisnis Militer dan cara-cara lain. Kegiatan penghimpunan dana ini biasanya tidak Tunduk pada penelitian publik yang cermat: para komandan militer memiliki Akses terhadap sejumlah besar uang yang dapat digunakan untuk membiayai manuver-manuver politik di masa depan. Skandal korupsi Rp 189 milyar rupiah di Yayasan Dharma Putera Kostrad, yang berhasil dibeberkan oleh Letjen. Agus Wirahadikusumah, hanyalah merupakan puncak gunung es. Setelah membeberkan skandal itu, Wirahadikusumah serta merta digeser dari jabatannya sebagai Pangkostrad.

Celakannya bagi rakyat kecil di Maluku, ketika kekerasan di sana sudah memperoleh momentumnya sendiri, pasukan yang tersebar di Maluku mulai menemukan caranya untuk mengeruk keuntungan bagi dirinya sendiri. Di Ambon, para serdadu memberikan ‘jasa perlindungan’ bagi pengusaha dan orang-orang yang harus melewati rute-rute berbahaya, misalnya melalui desa-desa yang sedang berperang atau dari dan ke pelabuhan udara dan pelabuhan laut.

Anggota Batalyon 321 Kostrad dilaporkan menyerang tiga bank di Ambon pada hari Minggu, 16 Juli, 2000, dan menganiaya satpam bank-bank itu, ketika mereka tidak diberi kunci tempat penyimpanan uang kontan. Di Maluku Utara, serdadu Brawijaya mencuri kelapa dari para petani Muslim, dan memaksa para pekerja Kristen untuk mrmproduksi kopra yang akan diekspor oleh para serdadu ke Manado. Dan di kedua provinsi, militer menjadi sumber utama mengenai persenjataan dan amunisi bagi kedua belah pihak yang berperang. Mereka juga menjadi penembak bayaran bagi siapa yang memberikan upah paling tinggi.

Akhirnya, agenda militer yang kelima didasarkan pada observasi bahwa pertempuran di Maluku sering berkobar kembali manakala interogasi terhadap mantan Presiden Soeharto
mengenai korupsinya, atau interogasi terhadap mantan Jendral Wiranto mengenai perannya dalam kekerasan pasca referendum di Timor Lorosa’e sedang dijalankan.

Celakanya, militer tidak tampak ingin mengurangi peran mereka. Sebaliknya, Pangdam Pattimura, Brigjen I Made Yasa secara terbuka menyatakan bahwa TNI sedang mempertimbangkan untuk membentuk Kodim-Kodim baru untuk dua kabupaten baru di Buru dan Maluku Tenggara Barat.

Kesimpulan & Saran-saran
————————-
Kekerasan antaragama yang berkesinambungan di Kepulauan Maluku dimatangkan dan dipertahankan oleh jaringan militer yang didukung oleh sebagian politisi Poros Tengah. Jaringan militer dan kaum militan Muslim yang jalin-menjalin ini mengeksploitasi etno-religius yang membara di Maluku, dengan menggunakan preman Ambon untuk memicu kekerasan komunal, dan kemudian menyebarkan ribuan militan Muslim setelah pertempuran internal di Maluku agak mereda. Dalam fase konflik ini, sifat kekerasan beralih dari konflik antardesa menjadi perang terbuka, di mana desa-desa Kristen harus mempertahankan diri dari serangan ribuan anggota Lasykar Jihad, yang secara terbuka didukung pula oleh militer aktif.

Situasi ini paralel dengan perang antara pejuang pro-kemerdekaan dan milisi pro-Indonesia yang didukung oleh TNI dan Polri, sebelum dan sesudah referendum yang diawasi PBB di Timor Lorosa’e. Sementara di Timor Lorosa’e ABRI memilih untuk mendukung kekuatan paramiliter Timor Lorosa’e yang beragama Katolik, di Aeh mereka berkolaborasi dengan mantan gerilyawan Aceh, sedang di Maluku militer memilih untuk bekerjasama dengan kaum militan Muslim yang didatangkan dari Jawa dan kepulauan lain.

Kerusuhan sosial di Maluku memenuhi beberapa tujuan strategis dari ABRI, yang pada akhirnya bermaksud mengkonsolidasikan kekuasaan politik dan ekonomi mereka, yang sedang terancam oleh gerakan reformasi serta desentralisasi politik ke daerah-daerah.

Mungkin sekali bahwa Lasykar Jihad dan para politisi pendukung mereka di DPR menyadari sifat ’sementara’ dari aliansi taktis mereka dengan tentara, dan sedang mencoba untuk memanfaatkan aliansi ini demi keuntungan mereka, dengan menggunakan keresahan di Maluku untuk memperlemah kemampuan pemerintahan Abdurrahman Wahid dan Megawati Sukarnoputri. Namun sesungguhnya, kartu terakhir masih berada di tangan militer, sebagaimana dibuktikan dalam Sidang Tahunan MPR di mana jangka waktu fraksi TNI/Polri bukannya diperpendek, melainkan diperpanjang lima tahun lagi.

Dengan mempertimbangkan bahwa rezim di Jakarta telah dibajak oleh kekuatan yang menolak mengakhiri kekerasan di Kepulauan Maluku, tampaknya tidak ada pilihan lain selain menggunakan tekanan internasional terhadap Pemerintah Indonesia — khususnya terhadap ABRI dan para pendukung mereka di DPR — oleh PBB dan semua badan terkait, termasuk Komisi HAM di Jenewa dan Dewan Keamanan di New York, untuk mengakhiri penderitaan rakyat di provinsi kembar Maluku dan Maluku Utara.

Tekanan politik ini harus dibarengi dengan tekanan terhadap sumber-sumber keuangan militer Indonesia, untuk mengurangi kemampuan ABRI mengadudomba rakyat sipil di wilayah-wilayah yang jauh dari Jakarta, dari Acheh sampai ke Maluku dan Papua Barat.

Thursday, March 19, 2009

common mistakes

accept vs except
Accept is a verb, which means to agree to take something .

For example: "I always accept good advice."

Except is a preposition or conjunction, which means not including.

For example: "I teach every day except Sunday(s)."

advice vs advise
Advice is a noun, which means an opinion that someone offers you about what you should do or how you should act in a particular situation.

For example: "I need someone to give me some advice."

Advise is a verb, which means to give information and suggest types of action.

For example: "I advise everybody to be nice to their teacher."

!Often in English the noun form ends in ...ice and the verb form ends in ...ise.

affect vs effect
Affect and effect are two words that are commonly confused.

affect is usually a verb (action) - effect is usually a noun (thing)

Hint: If it's something you're going to do, use "affect." If it's something you've already done, use "effect."

To affect something or someone.

Meaning: to influence, act upon, or change something or someone.

For example: The noise outside affected my performance.

To have an effect on something or someone

!Note: effect is followed by the preposition on and preceded by an article (an, the)

Meaning: to have an impact on something or someone.

For example: His smile had a strange effect on me.

!Effect can also mean "the end result".

For example: The drug has many adverse side effects.

all right vs alright
All right has multiple meanings. It can mean ok, acceptable, unhurt.

The single word spelling alright has never been accepted as standard.

However in a search on Google you'll get around 68,700,000 hits for alright and 163,000,000 for "all right". So, it might become a respected alternative spelling. Personally I have no problem with it, but what do other people think:-

Kingsley Amis The King's English 1997: "I still feel that to inscribe alright is gross, crass, coarse and to be avoided, and I now say so. Its interdiction is as pure an example as possible of a rule without a reason, and in my case may well show nothing but how tenacious a hold early training can take."

Bill Bryson Troublesome Words 1997: "A good case could be made for shortening all right to alright. ... English, however, is a fickle tongue and alright continues to be looked on as illiterate and unacceptable and consequently it ought never to appear in serious writing."

Robert Burchfield The New Fowler's Modern English Usage 1997: "Alright ... is the demotic form. It is preferred, to judge from the evidence I have assembled, by popular sources like the British magazines The Face ... New Musical Express and Sounds, the American magazine Black World, the Australian journal Southerly, the Socialist Worker, by popular singers ... and hardly ever by writers of standing ... It is commonplace in private correspondence, especially in that of the moderately educated young. Almost all other printed works in Britain and abroad use the more traditional form ... "
(At which point in there did you first get the urge to smack him?)

Graham King The Times Writer's Guide 2001: If we accept already, altogether and almost, why not alright? Although it carries with it the whiff of grammatical illegitimacy it is and has been in common use for a century ..."

alone / lonely
Alone, can be used as an adjective or adverb. Either use means without other people or on your own.

For example: "He likes living alone."
"I think we're alone now." = There are just the two of us here.

Lonely is an adjective which means you are unhappy because you are not with other people.

For example: "The house feels lonely now that all the children have left home."

!Note - Just because you're alone, doesn't mean you're lonely.

a lot / alot / allot
A lot, meaning a large amount or number of people or things, can be used to modify a noun.

For example:-

"I need a lot of time to develop this web site."

It can also be used as an adverb, meaning very much or very often.

For example:-

"I look a lot like my sister."

It has become a common term in speech; and is increasingly used in writing.

Alot does not exist! There is no such word in the English language. If you write it this way - imagine me shouting at you - "No Such Word!"

Allot is a verb, which means to give (especially a share of something) for a particular purpose:-

For example: "We were allotted a desk each."

all ready vs already
All ready means "completely ready".

For example: "Are you all ready for the test?"

Alreadyis an adverb that means before the present time or earlier than the time expected.

For example: "I asked him to come to the cinema but he'd already seen the film."
Or
"Are you buying Christmas cards already? It's only September!"

altogether vs
all together
All together (adv) means "together in a single group."

For example: The waiter asked if we were all together.

Altogether (adv) means "completely" or "in total ".

For example: She wrote less and less often, and eventually she stopped altogether.

!To be in the altogether is an old-fashioned term for being naked!

any one vs anyone
Any one means any single person or thing out of a group of people or things.

For example:-

I can recommend any one of the books on this site.

Anyone means any person. It's always written as one word.

For example:-

Did anyone see that UFO?

any vs some
Any and some are both determiners. They are used to talk about indefinite quantities or numbers, when the exact quantity or number is not important. As a general rule we use some for positive statements, and any for questions and negative statements,

For example:-

I asked the barman if he could get me some sparkling water. I said, "Excuse me, have you got any sparkling water?" Unfortunately they didn't have any.

!Note - You will sometimes see some in questions and any in positive statements. When making an offer, or a request, in order to encourage the person we are speaking to to say "Yes", you can use some in a question:

For example: Would you mind fetching some gummy bears while you're at the shops?

You can also use any in a positive statement if it comes after a word whose meaning is negative or limiting:

For example:-
A. She gave me some bad advice.
B. Really? She rarely gives any bad advice.

apart vs
a part
Apart (adv) separated by distance or time.

For example: I always feel so lonely when we're apart.

A part (noun) a piece of something that forms the whole of something.

For example: They made me feel like I was a part of the family.

been vs gone
been is the past participle of be

gone is the past participle of go

Been is used to describe completed visits. So if you have been to England twice, you have travelled there and back twice. If you have gone to England, you have not yet returned.

! Now you've been and gone and done it!


beside vs besides
Thanks to Dheepa Arun
beside is a preposition of place that means at the side of or next to.

For example: The house was beside the Thames.

besides is an adverb or preposition. It means in addition to or also.

For example: Besides water, we carried some fruit. = "In addition to water, we carried some fruit."

bored vs boring
bored is an adjective that describes when someone feels tired and unhappy because something is not interesting or because they have nothing to do.

For example: She was so bored that she fell asleep.

boring is an adjective that means something is not interesting or exciting.

For example: The lesson was so boring that she fell asleep.

!Note Most verbs which express emotions, such as to bore , may use either the present or the past participle as an adjective, but the meaning of the participles is often different.

borrow vs lend
To lend:

Meaning: to hand out usually for a certain length of time.

Banks lend money.

Libraries lend books.

For example: "My mother lent me some money, and I must pay her back soon."

To borrow:

Meaning: to take with permission usually for a certain length of time.

You can borrow money from a bank to buy a house or a car.

You can borrow books for up to 4 weeks from libraries in England.

For example: "I borrowed some money off my mother, and I must pay her back soon."

! For a happy life - Never a borrower nor a lender be.

bought vs brought
bought past tense of the verb to buy
For example: "I bought a newspaper at the newsagents. "

brought past tense of the verb to bring
For example: "She brought her homework to the lesson."

!There is an 'r' in brought and an 'r' in bring = they belong together.

by vs until
Both until and by indicate “any time before, but not later than.”

Until tells us how long a situation continues. If something happens until a particular time, you stop doing it at that time.

For example:

They lived in a small house until September 2003.
(They stopped living there in September.)

I will be away until Wednesday.
(I will be back on Wednesday.)

We also use until in negative sentences.

For example:

Details will not be available until January.
(January is the earliest you can expect to receive the details.)

If something happens by a particular time, it happens at or before that time. It is often used to indicate a deadline.

For example:

You have to finish by August 31.
(August 31 is the last day you can finish; you may finish before this date.)

We also use by when asking questions.

For example:

Will the details be available by December?
(This asks if they will be ready no later than December.)

check (v)
vs
control (v)
To check means to examine. To make certain that something or someone is correct, safe or suitable by examining it or them quickly.

For example: "You should always check your oil, water and tyres before taking your car on a long trip."

To control means to order, limit, instruct or rule something, or someone's actions or behaviour.

For example: "If you can't control your dog, put it on a lead!"

What you shouldn't do is use the verb control in association with people and the work they do.

For example: "I check my students' homework, but I can't control what they do!"

!Note

In Business English there is often a lot of confusion because of the term control in accounting.

In most organizations the controller is the top managerial and financial accountant. The controller supervises the accounting department and assists management in interpreting and utilizing managerial accounting information.


come over (v) vs overcome (n)
Come over is a phrasal verb, that can mean several things.

To move from one place to another, or move towards someone.

For example: "Come over here."

To seem to be a particular type of person.

For example: "Politicians often come over as arrogant."

To be influenced suddenly and unexpectedly by a strange feeling.

For example: "Don't stand up too quickly or you may come over dizzy."

Overcome is a verb, which means to defeat or succeed in controlling or dealing with something.

For example: "Using technology can help many people overcome any disabilities they might have."
For Snehalmahalle

complement (v) vs compliment (n)
Complement is a verb, which means to make something seem better or more attractive when combined.

For example: "The colours blue and green complement each other perfectly."

Compliment is a noun, which means a remark that expresses approval, admiration or respect.

For example: "It was the nicest compliment anyone had ever paid me."

Tip! Having problems with your spelling? Try these mnemonics:-

If it complements something it completes it. (With an e.)

I like compliments. (With an i.)
Thanks to Georgiy Pruss for pointing out my mistake.

concentrate vs
concentrated
The verb - When you concentrate you direct all your efforts towards a particular activity, subject or problem.

For example: You need to concentrate harder when you listen to something in another language.

The adjective - If something is concentrated it means it has had some liquid removed.

For example: I prefer freshly squeezed orange juice to concentrated.

!Note The simple past of "to concentrate" is "concentrated" this is where the confusion may arise.

For example: She concentrated very hard in the exam.

council vs counsel
Council is a group noun. It refers to a group of people elected or chosen to make decisions or give advice on a particular subject, to represent a particular group of people, or to run a particular organization.

For example: "The local council has decided not to allocate any more funds for the project."

Counsel can be a verb, which means to give advice, especially on social or personal problems.

For example: "She counsels the long-term unemployed on how to get a job."

Counsel can also be a noun, which means advice.

For example: "I should have listened to my father's counsel, and saved some money instead of spending it all."
Thanks to Daniel Hugo

councillor vs counsellor
Councillor is a noun which means an elected member of a local government.

For example: "He was elected to be a councillor in 1998."

Counsellor is a noun, which means someone who is trained to listen to people and give them advice about their problems.

For example: "The student union now employs a counsellor to help students with both personal and work-related problems."
Thanks to Daniel Hugo

data vs datum
This isn't so much a common mistake as a common cause for arguments (as is often the case with words of Latin origin).

The dictionaries treat data as a group noun, meaning information, especially facts or numbers, collected for examination and consideration and used to help decision-making, or meaning information in an electronic form that can be stored and processed by a computer.

Then they go on to confuse matters by giving the following kind of example:-

The data was/were reviewed before publishing.

So, which is it, was or were? Strictly speaking 'datum' is the singular form of and 'data' is the the plural form.

If you're writing for an academic audience, particularly in the sciences, "data" takes a plural verb.

For example:-

The data are correct.

But most people treat 'data' as a singular noun, especially when talking about computers etc.

For example:-

The data is being transferred from my computer to yours.

decent vs descent
Decent is an adjective meaning socially acceptable or good.

For example: Everyone should be entitled to a decent standard of living.

Descent is a noun which can mean a movement downwards, or your ancestry.

For example: The plane began its final descent prior to landing. / "She found out that she was of Welsh descent."

discreet vs discrete
Discreet is an adjective.

It means to be careful or modest, not to cause embarrassment or attract too much attention, especially by keeping something secret.

For example: To work for the royal family you have to be very discreet.

See it in action.

Discrete is an adjective.

It means something is distinct and separate or has a clear independent shape or form.

For example: She painted using strong colours, discrete shapes, and rhythmic patterns.

See it in action.
As requested by Curls Diva

don't have to vs mustn't
Don't have to = Do not have to We have to use don't have to to say that there is no obligation or necessity to do something.

For example: "You don't have to do the exercises at the end of this page."

Mustn't = must not is a modal verb used to show that something is not allowed. When you use mustn't you are telling people not to do things. It has the same force as don't , as in: Don't do that!

For example: "You mustn't drink if you're going to drive."

downside vs underside
Downside is a noun that means the disadvantage of a situation.

For example: "One of the downsides of living in London, of course, is that it is very expensive."

Underside is a noun that means the side of something that is usually nearest the ground.

For example: "Look at the underside of your iMac display. If you see an Ambient Light Sensor, you have a second generation iMac G5."

driving test vs test drive
A driving test (also known as a driving exam) is a procedure designed to test a person's ability to drive a motor vehicle.

A test drive is when you drive an automobile to assess it, usually before buying it.

!Note - you need to have passed your driving test in order to take a test drive.

either vs as well / too
Either is used with a negative verb when you are agreeing with something someone doesn't do or like etc.

For example:- B agrees with A in the negative

A - "I don't like cheese." B - "I don't like it either."
A- "I haven't seen Lord of the Rings." B - "I haven't seen it either."

As well / Too are used with an affirmative verb when you are agreeing with something someone does or likes etc.

For example:- B agrees with A in the positive

A - "I love ice cream." B - "I love it too." / "I love it as well."
A- "I've seen Gladiator." B - "I've seen it too." / " I've seen it as well."

every day vs everyday
Every day - here every is a determiner and day is a noun.

When you say every day you mean each day without exception.

For example: You have been late for school every day this week.

Everyday is an adjective.

When you say everyday you mean ordinary, unremarkable.

For example: My culture pages offer an insight into the everyday life of Britain.

excited vs exciting
Excited is an adjective that describes when someone feels happy and enthusiastic about something.

For example: She was so excited that she couldn't sleep.

Exciting is an adjective that means something is making you excited.

For example: The football match was so exciting that she couldn't wait to tell everyone about it.

expand vs expend
Expand is a transitive or intransitive verb. It means to increase in size, number or importance, or to make something increase.

For example: Jarp is expanding his vocabulary on the forum, but Hermine's hips are expanding as well.

Expend is a transitive verb. It means to use or spend something (especially time, effort or money).

For example: She is expending a lot of effort to help her students.
For Jarp

experience vs experience(s)
Experience can be an uncountable noun. You use it when you're talking about knowledge or skill which is obtained from doing, seeing or feeling things.

For example: Do you have any experience of working internationally?

Experience(s) can be a countable noun. You use it when you are talking about a particular incident or incidents that affect you.

For example: It was interesting hearing about his experiences during the war.

Experience can also be a verb. It means something that happens to you, or something you feel.

For example: When I first moved to Germany I experienced a lot of problems.
Thanks to Ngoc Khanh

fewer vs less
Everyone gets this wrong - including native speakers. The general rule is to use fewer for things you can count (individually), and less for things you can only measure

For example:

There were fewer days below freezing last winter. (Days can be counted.)

I drink less coffee than she does. (Coffee cannot be counted individually it has to be measured).

!Note - "Less" has to do with how much. "Fewer" has to do with how many.

More about fewer and less.

See the grammar pages for more information on countable/uncountable nouns.

for vs since
The prepositions for and since are often used with time expressions.

For indicates a period of time.

For example:

I have been working here for 2 years.

Since indicates a point in time.

For example:

I have been working here since the year before last.

See the grammar pages for more information on prepositions of time.

good vs well
Good is an adjective. We use good when we want to give more information about a noun.

For example:

My dog Sam is very good. He's a good dog.

She didn't speak very good English. Her English isn't very good.

Well is usually used as an adverb. We use well when we want to give more information about a verb.

For example:

He usually behaves very well.

She didn't speak English very well.

Note! The exception to this can be when you talk about someone's health:

For example:-

She wasn't a well woman.

and when you describe sensations:

For example:-

This pizza tastes/smells/ looks good.

If you say "You look good." It means they look attractive.

If you say "You look well." It means they look healthy.

Note! Younger people might reply to the question "How are you?" with "I'm good." This is what I call MTV English.

hard vs hardly
Hard is an adjective. It can mean solid, industrious, or difficult.

For example:-

Heating the clay makes it hard (solid) .
She is a hard (industrious) worker.
It was a hard (difficult) test.

Hardly is an adverb and means only just or certainly not.

For example:-

The teacher spoke so quietly I could hardly (only just) hear her.
You can hardly (certainly not) expect me to do the test for you!
For Zorule

hear vs listen
hear is a verb that means to receive or become aware of a sound using your ears, so you don't have to make an effort in order to just hear something.

For example:-

She heard a noise outside.

listen is a verb that means to give attention to someone or something in order to hear them, so you make an make an effort in order to hear something properly.

For example:-

She listened to the noise and realised it was only a cat.

Note! In some circumstances we use hear when we listen to someone or something attentively or officially.

For example:-

I heard a really interesting speech on the radio this morning.
These people need to be heard.

heroin vs heroine
Heroin is a noun, it is a powerful illegal drug, obtained from morphine and is extremely addictive.

For example: "He was arrested for supplying heroin, a class A drug."

Heroine is a female person who is admired for having done something very brave or having achieved something great. The male equivalent is hero.

For example: "Grace Darling is one of England's best known heroines."
For Elfish

he's vs his
He's is the short form of 'he is' or 'he has'.

For example: " Don't be scared - he's very friendly."

His is a possesive pronoun, it is used to show something belonging to or connected with a man, boy or male animal that has just been mentioned.

For example: " Mark just phoned to say he'd left his coat behind. Do you know if this is his?"

See the grammar pages for more information on possessive pronouns.

holiday vs weekend
A holiday (noun), a time, often one or two weeks, when someone does not go to work or school but is free to do what they want, such as travel or relax. You usually have to book your holiday with your boss.

For example: "Where are you going on holiday this year? Somewhere nice I hope."

The weekend (noun) - the time from Saturday and Sunday, or Friday evening until Sunday night. It's the part of the week in which most paid workers living in the West do not go to work. It is a time for leisure and recreation, and/or for religious activities. ...

For example: "What are you doing this weekend? Anything nice?"
For 111wing on the forum.

homework vs housework
Homework (noun) - refers to tasks assigned to students by teachers to be completed mostly outside of class, and derives its name from the fact that most students do the majority of such work at home.

For example: "A lot of students in the UK get too much homework."

Housework (noun) - refers to domestic household chores such as cleaning and cooking.

For example: "I never seem to have enough time to do the housework. There's always something that needs dusting or polishing."
For Sovime on the forum.

"How do you do?"
vs
"How are you?"
If I had a Euro for every time someone got this one wrong - I'd be a rich bunny!

How do you do?

This is not a question. It is another, very formal way of saying "Hello." It is also very British.

The correct response is; "Pleased to meet you." or "How do you do." or just "Hello."

We only really use it the first time we meet someone.

How are you?

This is a question.

A polite response is; "I'm fine thanks. And you?"

For more on this topic see here.

I vs me
Usually we choose the correct form by instinct.

For example;-

I am a teacher. (not me)

Give that to me. (not I)

There are other times when people make mistakes with these two pronouns. I/me is difficult when it is coupled with another pronoun or with a noun. This is when you have to think about the subject/object in a sentence.

For example;-

"It was I who did the homework," or "It was me who did the homework."

Make the statement simpler:-

"I did the homework." so "It was I who did the homework," is correct.

The teacher gave the homework to my friend and me. (Not I)

!If you don't understand why the above sentence is correct, simplify the sentence again.

Deal with the two people separately.

The teacher gave the homework to my friend.
+
The teacher gave the homework to me.

= The teacher gave the homework to my friend and me.

interested vs interesting
Interested is a past participle. When used as an adjective it says how someone feels.

For example: "I was very interested in the lesson."

Interesting is a present participle. When used as an adjective it describes the people or things that cause the feelings.

For example: "It was an interesting lesson ."


lay vs lie
Lay is an irregular transitive verb (lay / laid/ laid - laying). It needs a direct object. It means to put something or someone down (often in a horizontal postion).

For example: "Lay your head on the pillow."

Lie is an irregular intransitive verb (lie / lay / lain - lying). It does not take a direct object. It means to rest in a horizontal position1 or to be located somewhere2.

For example: "If you are tired lie here and have a rest."1
"Nottingham lies in the Midlands."2

!Lie also means to say something that isn't true but it takes the following form (lie / lied / lied - lying).

lay down vs lie down
Lay down has several different meanings.

If you lay something down it can mean you officially establish a rule, or officially state the way in which something should be done.

For example:-

Please follow the rules laid down by the administrator.

If you lay something down your weapons it means you stop fighting.

For example:-

They laid down their guns and surrendered.

If you lay wine down it means you are storing it for drinking in the future.

For example:-

I laid down this bottle in 1998, it should be perfect for drinking now.

Lie down means to move into a position in which your body is flat, usually in order to sleep or rest.

For example: "If you are tired lie down and have a rest."

look after vs look for
To look after; means to take care of or be in charge of something or someone.

For example: "I often ask my mother to look after the children."

To look for; means to try to find something or someone.

For example: "I am looking for my keys. Have you seen them?"

look at vs watch
In this context look is usually followed by the preposition at.

When you look at someone or something you are interested in the appearance.

Generally we look at things that are static.

For example:

Look at these photos, they're really good.
I went to the art gallery to look at the exhibition of paintings.

Watch is a verb.

When you watch someone or something you are interested in what happens.

Generally we watch things that move or change state.

For example:

I watch TV every night.
The security guard watched the shoplifter steal the clock.

!If I say to you "Look at him!" I mean for you to check out his appearance. But, if I say to you "Watch him!" I mean it as a warning.

look forward / forwards vs look forward to
If you look forward / forwards it simply means you are looking ahead of you.

Look forward to is a phrasal verb.

When you look forward to something, you feel happy and excited about something that is going to happen.

For example:-

I always look forward to seeing my family and friends when I travel to England.
For Hermine

look over vs overlook
Look over is a phrasal verb.

When you look over something or someone you quickly examine it or them.

For example:-

I asked my teacher to look over what I had written.

Overlook is a verb.

When you overlook someone or something you fail to notice or consider it or them.:

For example:

I think my teacher overlooked some of my mistakes.

!Look over is two separate words, overlook is one word.

loose vs lose
Loose is an adjective. If something isn't fixed properly or it doesn't fit, because it's too large, it's loose.

For example:-

My headphones weren't working, because a wire was loose.

Lose is a verb that means to no longer possess something because you do not know where it is, or because it has been taken away from you.

For example:

A lot of people will lose their job if there is a recession.


nor vs
or
nor (conjunction) nor is always used in the negative, usually before the second or last of a set of negative possibilities, after 'neither'.

For example: He drinks neither wine nor beer.

or (conjunction) or is used to connect different possibilities.

For example: Is it Tuesday or Wednesday today?

me vs my
As in I vs me we usually choose the correct form by instinct.

Me is used as the object of a verb or preposition. You use me to refer to yourself.

In short answers, we usually use this form.

For example:-
Knock at the door - "Who's there?" ~ "It's me!"
"I want to buy that new DVD." ~ "Me too!"

My is a possessive adjective.

For example:-

My mother loves me.

Now consider the following sentences:-

"I'm going to me and Margaret's room." or "I'm going to my and Margaret's room."

Which is correct? Me or my?

Simplify the sentence by removing the second person:-

"I'm going to my room." So, "I'm going to my and Margaret's room," is correct.

A real point of confusion arises when considering the use of "my" or "me" as the "subject" of a gerund.

The teacher didn't like me telling jokes in class.

The teacher didn't like my telling jokes in class.

But which is correct? Well they both are - sort of, but the use of the possessive, "my telling jokes in class " serves to isolate the telling of jokes as the object of my teacher's anger. It's hopefully not "me" at whom she/he has become upset, but the telling of jokes. In the sentence, "me telling jokes in class", it might seem as though the teacher doesn't like me personally. The rule is that the subject of a gerund is supposed to be in the possessive case.

Remember though that this is a purists view. Both are now becoming acceptable through common usage. However, you can avoid any confusion by writing the sentence in a different way:-

"The teacher didn't like the way I told jokes in class."

moan vs mourn
Moan as a verb, means to make a complaint in an unhappy voice, usually about something which does not seem important to other people.

For example:-

The British always moan about the weather.

Mourn is a verb that means to feel or express great sadness, especially because of someone's death.

For example:

Many people in the UK mourned the death of Princess Diana.
For Xeb

most vs the most
Most without an article is usually used as an adjective, which means almost all.

For example:-
They ate most of the cake.
Most days I go for a jog.

It's also used to form the superlative where it goes in front of most adverbs.

For example:-

He objected to the results of the election most strongly.

The most is usually used to form the superlative where it goes in front of longer adjectives.

For example:-

The Miss World competition is held every year to find the most beautiful woman in the world.

!Note - This is only a general rule - as ever there are exceptions.



most vs mostly
Most without an article is usually used as an adjective, which means almost all or the largest part.

For example:-
Most days I go for a jog.
They ate most of the cake.

It's also used to form the superlative where it goes in front of most adverbs.

For example:-
He objected to the results of the election most strongly.

Mostly is an adverb. It's not used very often. It means generally, mainly, chiefly, usually etc.

For example:-
They're mostly good people, although they have made a few mistakes.
For Hermine



overtake vs takeover / take over
Overtake is a verb.

It can mean to go beyond something by being better, or if you're driving to come from behind another vehicle or a person and move in front of it.

For example: You should always check your rear view mirror before you overtake another car.

Takeover as a noun is used when one organisation gains control of a company by buying most of its shares.

For example: In September 2006 Merck announced their takeover of Serono SA.

Take over as a phrasal verb means to get control of a company by buying most of its shares.

For example: Merck finally took Serono over in 2007.

personal vs personnel
Personal is an adjective.

It can mean relating to or belonging to someone.

For example: Your personal belongings are the things that belong to you.

It can relate to the private parts of someone's life, including their relationships and feelings.

For example: If you have personal problems, it means you have problems that are private and sensitive to you. Perhaps problems in a relationship.

It can also mean something that is designed for or used by one person.

For example: a personal computer or stereo.

And it can relate to your body

For example: when talk about personal hygiene.

!If you are rude about or offensive towards someone it could be said that you are being personal.

Personnel is a noun.

The people who work for an organisation are the personnel.

For example: military personnel are the members of an army.

The department of an organisation that deals with finding people to work there, keeping records about them, etc is the Personnel Department. The head of that department is the personnel manager.

For example: "I need to speak to someone in Personnel."

!Many businesses have renamed their Personnel Department to 'The Human Resources Department' or HRD for short.

practice vs practise
Practice is a noun

For example: We need to put these ideas into practice.

Practise is a verb

For example: To learn English well you have to practise.

!Note - This is only true in British English.

!Note - Often in British English the noun form ends in ...ice and the verb form ends in ...ise.

precede vs proceed
Precede is a verb that means to be or to go before something or someone in time or space.

For example: Ecological extinction caused by overfishing precedes other human disturbance to coastal ecosystems.

Proceed is a verb that means to continue as planned.

For example: The government has decided not to proceed with the legislation.

Thanks to Komala.

principal vs principle
Principal as an adjective means first in order of importance:

For example: The Mississippi is the principal river of the United States.

Principal as a noun can mean the head teacher in a school or college:

For example: The teacher sent the unruly student to see the principal.

Principal as a noun can also mean the original amount of a debt on which interest is calculated

For example: She lives off the interest and tries to keep the principal intact.

Principle is a noun which means a basic idea, standard of behaviour or rule that explains or controls how something happens or works:

For example: The country works on the principle that all citizens have equal rights.

raise vs rise
When used as a verb they both have the same general meaning of "to move upwards", the main difference is that rise is an intransitive verb (it does not take an object), while raise is a transitive verb (it requires an object):

As you can see from these examples, (nobody is pushing up the sun!), whereas (Mary moved her hand upwards/The government make laws to increase taxes).

rise (v) Something rises by itself

For example:-
The sun rises in the east.
The chairman always rises to the occasion.
I will rise tomorrow morning at 6 a.m. to walk the dog.
Rise is an irregular verb: rise / rose / risen

raise (v) Something else is needed to raise something.

For example:-
Lynne raised her hand.
The government is going to raise taxes.
They can't raise the Titanic.
Raise is a regular verb: raise / raised / raised

remember vs remind
To remember v. meaning to be able to bring back a piece of information into your mind, or to keep a piece of information in your memory.

For example:- I remember when every home had clotheslines in the back yard or garden.

To remind v. meaning to make someone aware of something they have forgotten or might have forgotten.

For example:- Could you remind me to check the forum?

!Note - If you remind someone of something, then they'll remember it.

say / said
vs
tell / told
Said v. is the past simple and past participle of to say.
It can be used in direct speech:
For example: "I am sorry", said the criminal.
It can be used in indirect (reported) speech (followed by that).
For example: "The criminal said that he was sorry.

Said adj. is used before the name of a person or thing you have already mentioned:
For example: "The said party denied the charges"

Told v. is the past simple and past participle of to tell.
It is normally used in reported speech, i.e. it is used to talk about what people say (followed by an object + that:):
For example: I told him that I would be late.

When told has the meaning of "instruct", it can be followed by an object and an infinitive.
For example: He told me to leave.

to see vs
to watch
To see means to be aware of what is around you by using your eyes.

For example: "I can see the smoke from here."

To watch means to look at something for a period of time, especially something that is changing or moving.

For example: "I watched the cricket."

!Note - We watch things that move, such as TV, a film, sport. We look at static things, such as a photograph, a painting, the stars.

shortage vs shortness
Shortage is a noun meaning when there is not enough of something.

For example: There is a shortage of skilled workers in the industry.

Shortness is a also a noun meaning the condition of being short spatially.

For example: Shortness in children and young adults nearly always results from below-average growth in childhood.

so vs such
So when used as in front of an adjective or an adverb means very.
For example: "My English teacher is so patient. She teaches us so well."

Such when used as a determiner can be used in front of a noun or an adjective and a noun to show extremes, you can't use it in front of adverbs.

For example: "She is such a patient teacher."

!Note - Remember that without the noun you need to use "so."

such + a + patient + teacher

so + patient

stationary vs stationery
Stationary means standing still or not moving
For example: "The car was stationary."

Stationery means the items needed for writing, such as paper, pens, pencils and envelopes.
For example: "It is the secretary's job to order the stationery?"

!'e' is for envelopes 'a' is for automobiles.

take care
vs
take care of
Take care is used when saying goodbye to someone. It actually means "Take care of yourself."

For example: "Bye! Take care. "

Take care of means to look after someone or something:

For example: "You should take care of your new car, it cost a lot of money."

that, which, who
"Who" (or whom) is a pronoun, and is used as the subject or object of a verb to show which person you are referring to, or to add information about a person just mentioned. It is used for people, not things.

"Which" is a pronoun, and is used as the subject or object of a verb to show what thing or things you are referring to, or to add information about the thing just mentioned. It is used for things, not people.

"That" is a pronoun, and is used as the subject or object of a verb to show which person or thing you are referring to, or to add information about a person or thing just mentioned. It can be used for people and things. It can sometimes be omitted.

Example:

The girl who was hungry.
The boy whom I talked to.
The dog that wagged its tail.
The software ( that) I wrote.
The company, which / that hired me.


there, their, they're
There can be used as an adjective of place:-
For example: "The car is over there in the car park."

There can also be used as the introductory subject in sentences:-
For example: "There are some grammar pages on this web site."

They're is the a contraction of "they are".
For example: "They're always surfing the Internet."

Their is a possessive pronoun like "her" or "our".
For example: "Have they done their homework?"

Example: "There's a large family in this town. Look they're over there by their car."

!If you've written "they're," ask yourself whether you can substitute "they are." If not, you've made a mistake. There" has "here" inside it to remind you it refers to a place, while "their" has "heir" buried in it to remind you that it has to do with possession.

trainee vs trainer
A trainee is a person who is learning and practising the skills of a particular job.

For example: "There is a shortage of trainee dentists in the UK."

A trainer is a person who teaches skills for a particular job, activity or sport.

For example: "I like to think of myself as an English trainer, not an English teacher."

to, too or two?
To is the most common form. When to is used before a verb it forms part of the infiinitive:-

For example: to learn, to do, to be, to drink...
"I need to visit the dentist."

To is also a preposition, often used to indicate direction, which begins a prepositional phrase.

For example: to the limit, to hell and back
Example: "I need to go to the dentist."

Too is an adjective meaning "extra or more than necessary" - after all it has 2 Os - 1 too many?

For example: too much, too big, too small...
"The film was too long."

Too is also an adjective meaning "also"

For example: me too
"I thought it was too long, too."


Two is a number.

For example: one, two, three...
"I only drank two pints of beer."

More examples: We went to a football match. (preposition)

We like to watch a good film. (infinitive)

We ate too much. (meaning "excessively")

I like baseball, too. (meaning "also")

Six divided by three is two. (number)

They own two cars. (number)

! Many other words in English which reflect the number two are spelled with tw.

For example: twin, twice, twenty, between, tweezers, etc.

Try this famous song if you are still confused about to and too!

travel, trip voyage or journey?
Travel (v) is used in general terms as a verb - it usually means to change location. The word travel is very rarely used as a noun.

For example: I have to travel a lot for work.

Trip (n) is often substituted for the word 'holiday' when the travelling distance was short.

For example: How was your trip?

It is often used in connection with business.

For example: I have to travel a lot for work. I am off on another business trip next week.

Trip (v) has a totally different meaning. It means to nearly fall over.

For example: I tripped over the carpet and sprained my ankle.

Voyage (n) is usually a long journey by boat. The word voyage is very rarely used as a verb.

For example: The voyage to South Africa took over six weeks.

Journey (n) is used more in British English than American English. It means the 'piece' of travel between 2 or more points. The word journey is very rarely used as a verb.

For example: The journey from Darmstadt to Nottingham takes 12 hours.

used to vs used to do
Used to can be used as an adjective and we use it to talk about things that have become familiar, and are no longer strange or new.

For example: "I am used to mistakes now."

You can also be used to doing something.

For example: "I am used to making mistakes now."

More here

Used to do - If we say something used to happen we are talking about repeated events and actions in the past, usually things that happened a long time ago and are now finished.

For example: "I used to smoke."

More here

wander vs wonder
Wander (v) means to travel aimlessly.

For example: "I often wander through the woods, it helps me think."

Wonder (v) means to consider or question some issue.

For example: "People often wonder whether I really run this website alone ."

Wonder (n) means the feeling aroused by something strange and surprising.

For example: "The pyramids are a wonder to behold."

!Note - I have it on very good authority that wander and wonder are not homophones. ;)

what vs which Which and what are both used in questions:-

What is used to ask a question when there are an unknown number or infinite possibilities for an answer. You know that there are many, many ways that exist to address your question, and you want to find out—from all those possibilities that you might not even know about—the best way.

For example: "What movie did you go to see?"

Which is used if you are choosing between two items, already defined, in a different sentence, like this:

For example: "Which shoes should I wear with this dress—my blue ones or my black ones?"

You can use which when you have a very small or limited field to choose from. Certainly use which, not what, when there are only two choices, or if both speaker and listener can visualize all the items under consideration:

For example: "Which foot did you break?"

Often, either which or what can be used for several choices, depending on what is in the speaker’s mind:

For example:-

a - "Which bus goes into the centre?"

b - "What bus shall I take?"

Both sentences are fine. The speaker is probably thinking about fewer buses in sentence (a) than in sentence (b).

who vs whom
Who is used as the subject of a verb. Basically anytime "I", "she" or "he" 'feels' right, who can be used.

For example:-

She is the one who built that funny English website.

In questions who is used when asking which person or people did something, or when asking what someone's name is. In fact in informal writing and speech who is used most of the time.

For example:-

"Who is that girl over there?"
"Who let the dogs out?"
"She asked me if I knew who had got the job."

Whom is used in formal writing as the object of a verb or preposition.

For example:-

"He took out a photo of his son, whom he adores."
"There were 500 passengers, of whom 121 drowned."

!Note - Whom is rarely used in questions. For example:

"To whom do you wish to speak?" (This sounds very old-fashioned and stilted.)

! If in doubt, try the “he or him” test:-

Try rewriting the sentence using “he or him ”.

For example:

"He took out a photo of his son, whom he adores." - "He adores he" should 'feel"'wrong. So it must be "He adores him."

If you're still not sure, go with who, 99.9% of the time you'll be right.