Monday, March 23, 2009

Bapa Tahu Dimana Anda Berada

*An Amazing Story from PENTAS KESAKSIAN:*

*Bapa Tahu Dimana Anda Berada
*Apakah anda percaya bahwa Bapa tidak hanya mengasihi anda, tetapi tahu
dimana anda berada dan apa yang anda sedang lakukan setiap menit? Saya
sungguh percaya setelah pengalaman yang sangat menakjubkan yang saya alami
beberapa tahun yang lalu. Pada saat itu saya sedang berkendaraan di jalan
bebas hambatan 1-75 dekat Dayton, Ohio, bersama dengan isteri dan anak-anak
saya. Kami keluar dari jalan bebas hambatan itu di sebuah tempat
peristirahatan.

Isteri saya, Barbara, dan anak-anak pergi ke restoran. Saya tiba-tiba
merasa
butuh meregangkan kaki-kaki saya, sehingga saya menyuruh mereka pergi
duluan
dan saya katakan akan menyusul mereka kemudian. Saya membeli sekaleng
minuman ringan, dan ketika saya sedang berjalan ke toko Dairy Queen,
perasaan mengasihani diri sendiri mulai menyelimuti pikiran saya. Saya
mengasihi Tuhan, tetapi saya merasa kering dan berbeban berat. Hati saya
kosong.

Tiba-tiba deringan tak sabar dari sebuah telpon umum terdekat mengembalikan
kesadaran saya. Suara dering telpon itu berasal dari kotak telpon umum di
sebuah pompa bensin di sudut jalan. Apakah tidak ada orang yang akan
menjawab telpon itu? Suara berisik dari lalu lintas yang ramai ini pastilah
menenggelamkan deringan telpon itu karena penjaga pompa bensin terus
mengurus para pengendara yang ingin mengisi bahan bakar, tak sadar akan
bunyi dering telpon tanpa henti itu.

?Mengapa tidak ada orang yang menjawab telpon itu?? tanya saya. Saya mulai
berpikir. "Mungkin telpon itu penting. Bagaimana kalau telpon itu merupakan
panggilan darurat?? Rasa ingin tahu mulai mengatasi ketidak-pedulian saya.
Saya melangkah masuk ke telpon umum itu dan mengangkat gagang telpon.

?Halo?? kata saya ringan dan menyedot minuman saya. Dari seberang sana
terdengar suara operator yang berkata, ?Ini telpon interlokal untuk Pak Ken
Gaub.? Mata saya terbelalak, dan saya hampir tersedak oleh es batu yang ada
di mulut saya. Setelah menelan dengan susah payah, saya katakan, ?Anda gila
deh!? Kemudian karena saya menyadari bahwa saya seharusnya tak berkata
begitu kepada seorang operator telpon, saya menambahkan, ?Ini tak mungkin!
Saya sedang berjalan-jalan, tak menunggu telpon dari siapapun, dan tadi
tiba-tiba telpon umum ini berdering??

?Apakah Pak Ken Gaub ada di sana?? operator telpon itu menyela. ?Ya, ia ada
di sini.? Sambil memikirkan penjelasan yang masuk akal, saya was-was apakah
ada kamera tersembunyi yang melacak keberadaan saya! Apakah saya sedang
dikerjai dalam sebuah acara reality show? Masih kaget dan bingung, saya
bertanya, ?Bagaimana caranya anda menemukan saya di sini? Saya sedang
berjalan-jalan, lalu telpon umum ini berdering, dan saya mengangkat
panggilan telpon ini asal-asalan saja. Mungkinkah anda salah panggil??

?Baiklah,? operator telpon itu bertanya, ?apakah Pak Gaub ada di sana atau
tidak?? ?Ya, saya adalah Ken Gaub,? kata saya, setelah saya akhirnya yakin
bahwa panggilan telpon ini sungguhan. Kemudian saya mendengar suara lain
berkata, ?Ya, itulah dia orangnya, operator. Itulah Ken Gaub.?

Saya mendengarkan seperti orang kebingungan pada suatu suara yang
mengenalkan dirinya sendiri, ?Saya adalah Millie dari Harrisburg,
Pennsylvania. Anda tidak mengenal saya, Pak Gaub, tetapi saya sedang putus
asa. Tolonglah saya.?

?Apa yang saya dapat bantu??

Ia mulai menangis. Akhirnya ia dapat mengendalikan dirinya dan melanjutkan.
?Saya hampir saja bunuh diri, dan telah menulis surat terakhir saya, ketika
saya mulai berdoa dan berkata kepada Tuhan bahwa saya sebenarnya tidak mau
bunuh diri. Kemudian tiba-tiba saya ingat bahwa saya pernah melihat anda di
televisi dan saya pikir seandainya saja saya dapat berbicara dengan anda,
anda mungkin dapat menolong saya. Saya tahu bahwa hal itu mustahil karena
saya tidak tahu bagaimana saya dapat menghubungi anda. Saya juga tidak tahu
siapa yang dapat menolong saya untuk menghubungi anda. Kemudian beberapa
angka datang ke pikiran saya, dan saya menuliskannya.

Sampai titik ini wanita itu mulai menangis lagi, dan saya berdoa di dalam
hati memohon hikmat Tuhan untuk menolongnya. Ia melanjutkan, ?Saya melihat
deretan angka itu dan berpikir, ?Mungkinkah saya mendapat mukjizat dari
Tuhan, dan Ia memberikan telpon Pak Ken? Saya akhirnya memutuskan untuk
mencoba menelpon anda dengan menggunakan deretan angka itu. Saya tak habis
mengerti bahwa sekarang saya sedang berbicara dengan Bapak. Apakah anda
mempunyai kantor di Kalifornia??

Saya menjawab, ?Bu, saya tidak punya kantor di Kalifornia. Kantor saya di
Yakima, Washington.?

Dengan terkejut dia bertanya, ?Oh, ya? Lalu anda sekarang ada dimana??
?Apakah anda tidak tahu?? jawab saya. ?Kan anda yang menelpon saya duluan.?
Wanita itu menjelaskan, ?Tetapi saya bahkan tidak tahu saya sedang menelpon
kemana. Saya hanya meminta operator untuk menekan tombol telpon sesuai
dengan deretan angka yang saya tulis di kertas ini.?

?Bu, mungkin anda tidak percaya, tetapi saya sekarang sedang berada di
sebuah telpon umum di Dayton, Ohio!?
?Sungguh?? serunya. ?Jadi, sedang apa anda sekarang??
Saya menggodanya, ?Yah, sekarang saya sedang menelpon anda. Saya sedang
berada di sebuah tempat peristirahatan di jalan bebas hambatan menuju
Dayton, Ohio. Telpon ini berdering ketika saya sedang berjalan-jalan,
sehingga saya mengangkatnya.?

Karena saya tahu bahwa pertemuan ini mustahil terjadi tanpa pengaturan
Tuhan, saya mulai mengonseling wanita itu. Setelah wanita itu menceritakan
keputus-asaannya dan frustrasinya, hadirat Roh Kudus membanjiri kotak
telpon
umum itu dan memberi saya perkataan hikmat di luar kemampuan saya. Dalam
waktu beberapa saat, akhirnya wanita itu mau menyerahkan dirinya kepada
Tuhan dalam sebuah doa pertobatan dan bertemu dengan Pribadi yang akan
menuntunnya keluar dari situasinya yang buruk dan memulai hidup baru.

Saya berjalan keluar dari kotak telpon umum itu dengan perasaan merinding
tentang kepedulian Bapa Sorgawi terhadap setiap anak-anak-Nya. Bagaimana
mungkin hal ini merupakan suatu peristiwa kebetulan? Dengan semua telpon
umum yang berjumlah jutaan dan kombinasi angka yang tak terhitung, hanya
Bapa yang Mahatahu yang dapat menyebabkan wanita itu menghubungi kotak
telpon umum itu dalam waktu yang tepat. Dengan melupakan minuman ringan
saya
dan sangat takjub dengan pengalaman ini, saya berjalan kembali menuju
keluarga saya, sambil mengira-ngira apakah isteri saya akan mempercayai
kisah saya. Mungkin saya sebaiknya tidak menceritakan hal ini, saya pikir,
tetapi saya tak dapat menahannya. ?Barbara, kamu pasti tidak percaya! Tuhan
tahu dimana saya berada lho!?

Yeremia 33:3 *?Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan
memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni
hal-hal yang tidak kauketahui.?*

[Ken Gaub- Yakima, Washington -- email from Keith Todd. Naskah bahasa
Inggeris dikirim oleh Ibu Suharti, diterjemahkan oleh Hadi Kristadi untuk
Pentas Kesaksian, http://pentas-kesaksian.blogspot.com. Mohon keterangan
ini
jangan dihilangkan ketika anda memforwardnya atau mempostingnya di blog
atau
website anda. Terima kasih ]

No comments:

Post a Comment